2018, AS Naikkan Proyeksi Harga Minyak Mentah dan Bensin

   •    Jumat, 11 May 2018 11:29 WIB
minyak mentahekonomi amerika
2018, AS Naikkan Proyeksi Harga Minyak Mentah dan Bensin
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Houston: Badan Informasi Energi (EIA) Amerika Serikat (AS) memperkirakan harga minyak mentah dan bensin akan meningkat di 2018 ini. EIA dalam Short Term Energy Outlook (STEO) untuk Mei meramalkan harga minyak mentah Brent akan mencapai rata-rata USD71 per barel pada 2018, atau USD7 per barel lebih tinggi dari STEO bulan lalu.

Mengutip Antara, Jumat, 11 Mei 2018, sejalan dengan itu, EIA memperkirakan harga eceran bensin reguler akan meningkat menjadi rata-rata USD2,79 per galon pada 2018, atau USD0,15 per galon lebih tinggi daripada di STEO bulan lalu.

Rata-rata harga spot minyak mentah Brent setiap bulannya telah meningkat dalam sembilan bulan dari 10 bulan terakhir, rata-rata terakhir mencapai USD72 per barel pada April. EIA memperkirakan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menjadi rata-rata USD5,0 per barel lebih rendah dari harga Brent pada 2018.

Meskipun WTI adalah patokan minyak mentah domestik dan Brent adalah patokan internasional, harga bensin di Amerika Serikat cenderung mengikuti Brent. Pada akhir April 2018, harga spot harian untuk minyak mentah Brent mencapai USD76 per barel, tingkat tertinggi dalam hampir empat tahun.



Harga minyak mentah mungkin telah didorong lebih tinggi karena tiga alasan yakni persediaan minyak global yang menurun, persepsi pasar yang meningkat terhadap risiko geopolitik, dan sinyal pertumbuhan ekonomi global yang kuat. EIA memperkirakan persediaan minyak global turun rata-rata hampir 0,6 juta barel per hari di setiap kuartal.

Persediaan minyak untuk negara-negara dalam Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) pada akhir April diperkirakan 3,0 persen atau lebih rendah dari rata-rata lima tahun sebelumnya (2013-2017) dalam hal pasokan harian, persentase terbesar di bawah rata-rata lima tahun sejak Maret 2014.

Pada April, beberapa risiko geopolitik menghadirkan sumber ketidakpastian. Risiko-risiko ini, termasuk pengenaan kembali sanksi-sanksi minyak terhadap Iran dan hasil pemilihan umum Mei mendatang di Venezuela, dapat mewujudkan tindakan-tindakan yang menghapus pasokan minyak dari pasar global dan, pada gilirannya, memperketat keseimbangan minyak global.

 


(ABD)