ADB: Ekonomi Tiongkok Bakal Tumbuh Jadi 6,6%

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 27 Sep 2016 18:30 WIB
adb
ADB: Ekonomi Tiongkok Bakal Tumbuh Jadi 6,6%
Ilustrasi. (FOTO: Reuters)

Metrotvnews.com, Manila: Asian Development Bank (ADB) memperkiraan pertumbuhan untuk negara berkembang di Asia pada tahun ini dan berikutnya di 5,7 persen. Adapun ekspansi berkelanjutan di Tiongkok dan India dapat menenangkan beberapa kawasan. Namun ADBmemperingatkan risiko dari kenaikan suku bunga AS yang menjulang.

Reuters melansir, Selasa, 27 September, pemberi pinjaman yang berbasis di Manila ini meningkatkan proyeksi pertumbuhan untuk Tiongkok di tahun ini menjadi 6,6 persen dari 6,5 persen pada tahun ini. Serta pertumbuhan ekonomi di 2017 menjadi 6,4 persen dari 6,3 persen.

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok mengutip langkah-langkah stimulus fiskal dan moneter dalam perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.

Sementara proyeksi untuk India menjadi 7,4 persen untuk tahun ini dan 7,8 persen untuk 2017, didorong oleh konsumsi yang kuat dan kebangkitan investasi.

"Pertumbuhan yang kuat di Tiongkok dan India membantu kawasan menjaga momentum pertumbuhan," kata ekonom yang juga Wakil Kepala ADB Juzhong Zhuang.

"Namun, para pembuat kebijakan perlu untuk melihat risiko penurunan termasuk potensi pembalikan modal yang bisa dipicu oleh perubahan kebijakan moneter di negara maju, terutama AS," tambah Zhuang.

Dia mengatakan, kemungkinan kenaikan suku bunga AS dapat mengganggu arus modal dan menyulitkan manajemen ekonomi makro di wilayah tersebut.


Pertumbuhan ekonomi Asia. (Sumber: ADB/AFP)

"Utang swasta terus meningkat di banyak negara Asia, yang bisa menjadi tidak berkelanjutan jika ekonomi berjuang atau suku bunga meningkat tajam," kata ADB.

Seperti diketahui, Federal Reserve meninggalkan suku bunga tidak berubah pada pekan lalu, tapi ada sinyalemen bank sentral AS ini masih bisa mengetatkan kebijakan moneter pada akhir tahun jika pasar tenaga kerja terus membaik. The Fed masih memiliki dua pertemuan pada tahun ini.

Selain itu, mengutip pemulihan ekonomi yang tertunda di antara negara industri, ADB mengurangi perkiraan pertumbuhan agregat untuk AS, Jepang dan kawasan euro sebesar 0,4 poin menjadi 1,4 persen untuk 2016, sebelum naik menjadi 1,8 persen tahun depan.

Revisi ke atas estimasi ADB untuk Tiongkokmengangkat perkiraan untuk pertumbuhan di seluruh Asia Timur menjadi 5,8 persen dari 5,7 persen untuk 2016. Sedangkan proyeksi di 2017 tidak berubah di level 5,6 persen.

Pada semester pertama tahun ini, perekonomian Tiongkok tumbuh 6,7 persen dari tahun sebelumnya, melambat dari kecepatan 6,9 persen di semua 2015.

Estimasi pertumbuhan untuk Asia Tenggara menjadi 4,5 persen untuk tahun ini, yang didukung oleh babak pertama kekuatan ekonomi baru Filipina dan Thailand. Namun ADB memangkas proyeksi 2017 untuk wilayah ini menjadi 4,6 persen dari 4,8 persen pada outlook Maret-nya.

Baca: ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh ke 5,0%

Selain itu, untuk ekonomi di Asia Selatan diproyeksikan akan tumbuh sebesar 6,9 persen pada 2016 dan 7,3 persen pada 2017, tidak berubah dari prediksi Maret.

Mengutip harga minyak dunia dan makanan, ADB meningkat perkiraan inflasi rata-rata untuk negara berkembang di Asia menjadi 2,6 persen dari 2,5 persen pada 2016 dan 2,9 persen dari 2,7 persen pada 2017.


(AHL)