Ekonomi Tiongkok Diperkirakan Tumbuh 6,6% di 2016

Angga Bratadharma    •    Senin, 17 Oct 2016 13:29 WIB
ekonomi chinationgkok
Ekonomi Tiongkok Diperkirakan Tumbuh 6,6% di 2016
Bendera Tiongkok (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Metrotvnews.com, New York: Pertumbuhan ekonomi Tiongkok diperkirakan akan melandai di 6,6 persen di 2016 ini dan akan mengalami perlambatan lebih lanjut di 6,5 persen di 2017. Hal itu akan terjadi meski pemerintah tetap mendukung melalui sebuah kebijakan untuk mengantisipasi adanya perlambatan yang lebih tajam.

Baca: Ekonomi Tiongkok Membaik, Utang Terkendali

Ekonomi terbesar kedua di dunia ini diperkirakan akan menghadapi tekanan ekonomi cukup kuat akibat melemahnya permintaan dunia dan memberikan pukulan terhadap ekspor, dan memunculkan risiko dari reformasi pemotongan kelebihan kapasitas industri dan tumpukan utang yang terus tumbuh. Dalam hal ini, para analis khawatir kondisi itu memicu krisis keuangan.

Baca: Yuan Masuk ke Level Terendah Usai Pengumuman Cadangan Devisa

Selain itu, koreksi risiko di sektor properti juga bisa menimbulkan ancaman karena pemerintah daerah terburu-buru untuk membatasi pembelian rumah guna mendinginkan lonjakan harga rumah dan mengantisipasi adanya gelembung di sektor perumahan. Hal semacam ini kurang lebih memberikan efek ke pertumbuhan ekonomi.

Sementara ketakutan akan adanya pendaratan keras atas perekonomian tampaknya telah mereda dengan data terbaru menunjukkan adanya pertumbuhan yang tidak seimbang dalam perekonomian Tiongkok. Dalam hal ini, pertumbuhan ekonomi semakin bergantung pada belanja pemerintah karena investasi swasta jatuh ke rekor terendah.

"Risiko penurunan pertumbuhan ekonomi tetap lebih besar dan mereka dapat mewujudkan hal itu meski sektor properti lebih lemah dari perkiraan atau permintaan eksternal," kata seorang ekonom di HSBC, seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/10/2016).


Ilustrasi (Reuters/Bobby Yip)

Bulan lalu, Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) memangkas proyeksi pertumbuhan perdagangan global hanya mencapai lebih dari sepertiga di 2016. Proyeksi yang dikoreksi ini mencerminkan perlambatan ekonomi Tiongkok dan jatuhnya level impor ke Amerika Serikat (AS).

Baca: Tiongkok Bantah Investasi Investor Asing Dipersulit

Adapun target baru yang ditetapkan berada di angka 1,7 persen atau mengalami penurunan dari estimasi sebelumnya yang berada di angka 2,8 persen pada April 2016. Ini memberikan tanda untuk pertama kalinya dalam 15 tahun bahwa pertumbuhan perdagangan internasional tertinggal dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi dunia.

Baca: Tiongkok Mulai Batasi Pembelian Rumah

Dalam sebuah survei yang dilakukan Reuters pada Juli terhadap sedikitnya 59 ekonom menyebutkan bahwa ekonomi Tiongkok di 2016 diperkirakan akan tumbuh di 6,5 persen dan hanya 6,3 persen di 2017. Dalam jajak pendapat terbaru, perkiraan pertumbuhan tertinggi di 2016 adalah 6,8 persen dan terendah 6,3 persen.

Selain itu, jajak pendapat juga menunjukkan pertumbuhan ekonomi Tiongkok bisa mengalami perlambatan hanya menjadi 6,6 persen pada kuartal IV-2016, atau lebih rendah dari yang diharapkan sebesar 6,7 persen pada kuartal III-2016.

 


(ABD)