Meksiko: TPP Masih Bisa Berjalan Tanpa Amerika

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 19 Apr 2017 17:04 WIB
tpp
Meksiko: TPP Masih Bisa Berjalan Tanpa Amerika
Menteri Ekonomi Meksiko Ildefonso Guajardo. (FOTO: Reuters)

Metrotvnews.com, Meksiko: Menteri Ekonomi Meksiko Ildefonso Guajardo mengatakan kesepakatan perdagangan di kawasan pasifik atau Trans-Pacific Partnership (TPP) kemungkinan masih bisa diimplementasikan tanpa kehadiran Amerika Serikat (AS).

TPP, yang telah dipromosikan oleh mantan Presiden AS Barack Obama dan Jepang sebagai cara untuk melawan pengaruh Tiongkok di wilayah yang pertumbuhannya cepat, masih bisa berjalan tanpa AS.

Guajardo mengatakan, jika Jepang memimpin TPP, bisa saja klausul dilucuti tanpa ada "masalah". Dan Meksiko beserta anggota TPP lainnya bisa mengevaluasi pro dan kontra kemajuan TPP tanpa Amerika Serikat.

Baca: Trump akan Tarik AS dari TPP di Hari Pertama Menjabat

"TPP 11, bukan 12," katanya mengacu pada penandatangan kesepakatan yang tersisa sejak Presiden AS Donald Trump menarik AS keluar dari TPP, setelah dirinya menjabat pada Januari.

"Tapi kita harus melihat apakah negara-negara seperti Vietnam akan menempatkan hal yang sama (kepentingan) tanpa Amerika Serikat," tambahnya, seperti dilansir dari Reuters, Rabu 19 April 2017.

Setelah Amerika Serikat angkat kaki, Australia, Brunei, Kanada, Chili, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, dan Vietnam masih terdaftar di TPP, meskipun sebagian besar harus menunda meratifikasi itu.

Penandatanganan TPP diharapkan dapat mempelajari lebih dalam perdagangan pada KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di mana Vietnam menjadi tuan rumah tahun ini. Para menteri akan memulai pertemuan pada Mei dan kepala negara akan berkumpul pada November.

Baca: PM Jepang: TPP Tidak Berarti Tanpa Amerika Serikat

Beberapa alternatif untuk TPP telah dilayangkansejak Trump terpilih pada November, yakni mengundang Tiongkok untuk bergabung ke TPP untuk upaya kesepakatan perdagangan bilateral.

Meksiko saat ini mencari diversifikasi pilihan dagangnya untuk melawan ancaman Trump terhadap Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA), yang menyokong sebagian besar perdagangan dan mengikat dengan AS dan Kanada.

Trump pada Selasa waktu setempat mengatakan bahwa ia berencana untuk membuat beberapa perubahan yang sangat besar untuk NAFTA atau menyingkirkannya. Guajardo juga mengatakan bahwa nilai tukar bergerak menuju tingkat yang lebih berkelanjutan di mana hal ini sebagai imbas dari reaksi berlebihan oleh pasar.

 


(AHL)