Dampak Jika OPEC Tidak Pangkas Produksi Minyak

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 05 Jan 2019 13:02 WIB
minyak mentahopec
Dampak Jika OPEC Tidak Pangkas Produksi Minyak
Ilustrasi (FOTO: AFP)

New York: JP Morgan mengungkapkan jika Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak atau Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) tidak menindaklanjuti komitmennya untuk mengurangi produksi minyak sepanjang tahun ini, maka harga minyak mentah Brent bisa berjuang untuk naik.

Dalam pertemuan di awal Desember, OPEC dan negara-negara non-OPEC sepakat untuk memangkas sekitar 1,2 juta barel per hari dari pasar minyak -awalnya selama enam bulan- mulai Januari, di tengah ketidakseimbangan yang terus-menerus terjadi antara pasokan dan permintaan minyak global.

Kepala JP Morgan untuk Minyak dan Gas Asia Pasifik Scott Darling mengatakan jika OPEC tidak benar-benar memotong produksi minyak lebih dari 1,2 juta barel per hari maka memiliki pengaruh terhadap stabilitas dan harga minyak di masa mendatang. Tidak ditampik, harga minyak sedang tidak menentu sekarang ini.

"Jika mereka melakukannya hanya untuk paruh pertama, (tidak) selama setahun penuh (dalam memangkas produksi minyak), kita bisa condong ke skenario harga rendah minyak kita yaitu USD55 untuk Brent pada 2019," kata Scott Darling, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 5 Januari 2019.

Darling menyebut ada faktor-faktor yang membuat harga minyak tetap lemah pada 2019. Kondisi itu sejalan dengan permintaan minyak mentah yang lesu dan ketidakpastian atas kepatuhan penuh dari anggota OPEC, termasuk produsen terbesar Arab Saudi atas pengurangan pasokan 1,2 juta barel yang disepakati per hari.

Dalam beberapa bulan terakhir, Arab Saudi meningkatkan produksi lebih dari 1 juta barel per hari. Sekarang, kerajaan memiliki tujuan untuk memotong sekitar 900 ribu barel per hari hanya dalam dua bulan. Dengan harga minyak yang sedang berjuang, beberapa mengatakan kerajaan membutuhkan minyak Brent naik secara signifikan untuk menyeimbangkan anggaran.

Tahun lalu, harga minyak menderita kerugian tahunan terburuk sejak 2015 -Brent turun sekitar hampir 20 persen sementara minyak mentah Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan sekitar 25 persen karena volatilitas pasar saham, geopolitik, dan prediksi pelunakan permintaan mengguncang pasar energi.

"Di beberapa bagian dunia, Anda masih memiliki infrastruktur minyak yang menua, yang mengarah pada pemeliharaan yang tidak direncanakan. Hanya membutuhkan beberapa peristiwa ini dan Anda tiba-tiba mendapatkan lebih banyak dukungan untuk harga minyak," pungkasnya.

 


(ABD)


Trump Prediksi AS-Tiongkok Capai Kesepakatan
Akhiri Perang Dagang

Trump Prediksi AS-Tiongkok Capai Kesepakatan

1 day Ago

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi Amerika Serikat akan mencapai kesepakata…

BERITA LAINNYA