Setuju Gencatan Senjata, Trump Dinilai Lakukan Kesalahan

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 08 Dec 2018 17:06 WIB
ekonomi amerikaekonomi chinationgkokas-tiongkokPerang dagang
Setuju Gencatan Senjata, Trump Dinilai Lakukan Kesalahan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) bersama dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping (Jim Watson/AFP)

New York: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dinilai melakukan kesalahan dengan menyetujui gencatan senjata perdagangan dengan Tiongkok di pertemuan G20. Gencatan senjata yang dilakukan pada akhir pekan di Argentina itu berpeluang merongrong sistem perdagangan global.

Adapun kedua pemimpin negara sepakat untuk menghentikan perang dagang mereka pada pertemuan G20 di Buenos Aires, Argentina. AS akan meninggalkan tarif 10 persen yang mencapai lebih dari USD200 miliar atas produk Tiongkok. Akan tetapi, tetap masih menunggu 90 hari sebelum menaikannya ke tingkat 25 persen.

Pasar awalnya bersorak usai adanya gencatan senjata, tetapi optimisme itu berumur pendek. Beberapa inkonsistensi mengemuka bahwa kedua belah pihak tidak akan dapat menemukan kesamaan dalam periode 90 hari ke depan dan nantinya menyalakan kembali kekhawatiran pertarungan tarif yang dapat memperlambat ekonomi global.

Bagi Adam Triggs, Direktur Penelitian untuk Biro Riset Ekonomi Asia di Universitas Nasional Australia, ada lebih banyak alasan untuk tidak menyukai kesepakatan daripada hanya kerangka waktu yang ketat. Ia menilai kesepakatan yang dilakukan Amerika Serikat dan Tiongkok adalah kesalahan.

"Hal itu karena merongrong sistem perdagangan global dan akan mengalihkan perdagangan dari negara lain serta tidak akan mengurangi defisit perdagangan AS. Ini juga kesalahan karena ada masalah dalam sistem perdagangan yang harus ditangani di pertemuan G20," kata Triggs, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 8 Desember 2018.

Artinya, menurut Triggs, kelompok multinasional seperti G20 seharusnya dikerahkan untuk membuat kesepakatan multilateral tentang isu-isu seperti kebutuhan guna menghilangkan hambatan perdagangan layanan. Upaya menghilangkan proteksionisme harus dilakukan guna menghindari perang dagang yang terjadi sekarang ini.

"Fokus Trump yang konstan pada transaksi bilateral mengalihkan perhatian G20 dari isu-isu nyata ini. Ini adalah masalah yang hanya bisa diselesaikan secara multilateral, bukan secara bilateral," pungkas Triggs.

 


(ABD)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

16 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA