Harga Minyak Dunia Tertekan

   •    Kamis, 01 Nov 2018 08:01 WIB
minyak mentah
Harga Minyak Dunia Tertekan
Ilustrasi (AFP PHOTO/Jonathan NACKSTRAND)

New York: Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB) dan membukukan kinerja bulanan terburuk sejak pertengahan 2016. Kondisi itu dipicu petunjuk meningkatnya pasokan minyak mentah global, tetapi kerugian dibatasi oleh tanda-tanda permintaan bahan bakar AS yang kuat.

Mengutip Antara, Kamis, 1 November 2018, kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk penyerahan Desember yang kadaluwarsa turun 44 sen AS menjadi USD75,47 per barel. Kontrak Januari yang lebih aktif turun 91 sen AS menjadi USD75,04 per barel. West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan Desember, turun 87 sen AS menjadi USD65,31 per barel.

Kedua patokan berada lebih dari USD10 per barel di bawah level tertinggi empat tahun yang dicapai pada 3 Oktober. Keduanya mencatat kinerja bulanan terburuk mereka sejak Juli 2016, dengan Brent jatuh 8,8 persen dan WTI turun 10,9 persen selama Oktober.

Sentimen investor di seluruh kelas aset-aset berisiko, seperti ekuitas dan energi, berbalik negatif selama bulan ini karena ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok memicu kekhawatiran permintaan.



Penekan sentimen pasar adalah tanda-tanda meningkatnya pasokan global. Produksi minyak mentah AS melonjak 416 ribu barel per hari (bph) ke rekor 11,346 juta barel per hari pada Agustus, lapor Badan Informasi Energi AS (EIA).

Amerika Serikat dan produsen utama lainnya Rusia dan Arab Saudi memproduksi 33 juta barel per hari pada September, data Refinitiv menunjukkan, peningkatan 10 juta barel per hari sejak awal dekade ini. Produksi minyak Rusia telah mencapai 11,41 juta barel per hari pada Oktober, tingkat yang tidak terlihat sejak runtuhnya Uni Soviet pada 1991.

Kenaikan produksi datang tepat sebelum sanksi-sanki baru AS terhadap Iran, yang akan mulai berlaku pada 4 November, yang diperkirakan akan mengurangi pasokan. "Ada persepsi bahwa ada cukup minyak di pasar saat ini untuk mengatasi (kekurangan) sanksi-sanksi Iran," kata analis Price Futures Group Phil Flynn, di Chicago.

Washington telah menjelaskan kepada para pelanggan Teheran bahwa pihaknya meminta mereka untuk berhenti membeli minyak mentah Iran dari tanggal tersebut.

 


(ABD)