Emas Dunia Injak Popularitas Dolar Amerika Serikat

   •    Rabu, 24 Oct 2018 07:31 WIB
harga emasemasekonomi dunia
Emas Dunia Injak Popularitas Dolar Amerika Serikat
Ilustrasi (AFP/Joe Klamar)

Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik tajam pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena dolar Amerika Serikat (USD) melemah dan pasar ekuitas jatuh di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Dalam hal ini, emas dunia mampu mengalahkan popularitas USD.

Mengutip Antara, Rabu, 24 Oktober 2018, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember menguat USD12,2 atau 1,00 persen menjadi ditutup pada USD1.236,80 per ons, level tertinggi sejak 16 Juli. Indeks USD, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,21 persen menjadi 95,83 pada pukul 17.16 GMT.

Emas dan USD biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika USD turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan USD menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 180,45 poin atau 0,71 persen pada pukul 17.27 GMT. Indeks S&P 500 dan Nasdaq juga mengikuti penurunan Dow.

Ketika ekuitas membukukan kerugian besar, investor mungkin berduyun-duyun ke aset-aset yang dianggap safe haven, seperti emas. Pasar dunia bergejolak pada Selasa 23 Oktober di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa seorang wartawan Saudi terkemuka adalah korban dari pembunuhan brutal terencana, dan menuntut tersangka Arab Saudi harus diadili di Turki.

Pemerintah Saudi telah di bawah tekanan yang meningkat ketika lebih banyak rincian muncul mengenai pembunuhan Jamal Khashoggi di dalam Kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, yang dideskripsikan oleh Erdogan sebagai pembunuhan politik

Sementara itu, rencana anggaran 2019 Italia, ditolak oleh Komisi Eropa pada Selasa 23 Oktober karena meningkatnya defisit, dan negosiasi Brexit yang sedang berlangsung, juga menyebabkan kekhawatiran di kalangan investor dan berkontribusi terhadap reli emas.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 20,6 sen AS atau 1,41 persen menjadi ditutup pada USD14,793 per ons. Platinum untuk pengiriman Januari 2019 naik sebanyak USD12,9 atau 1,57 persen menjadi menetap di USD835,40 per ons.


(ABD)