Perbaikan SDM Kunci Ekonomi Tumbuh Berkualitas

Suci Sedya Utami    •    Sabtu, 13 Oct 2018 12:18 WIB
ekonomi duniaIMF-World Bank
Perbaikan SDM Kunci Ekonomi Tumbuh Berkualitas
Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim (Foto: am2018bali)

Nusa Dua: Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim membeberkan rahasia agar perekonomian bisa tumbuh tinggi dan berkualitas. Pertumbuhan yang tinggi dan berkualitas menjadi penting agar bisa dirasakan secara merata, baik di seluruh wilayah maupun kepada semua orang tanpa terkecuali.

Dalam hal ini, Kim menegaskan, perbaikan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kunci utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas. Namun, ia tidak menampik, memperbaiki SDM membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

"Membangun sumber daya manusia membutuhkan waktu, tetapi dalam jangka panjang ia terbayar melalui pertumbuhan yang lebih cepat dan mengurangi pengangguran dan kemiskinan," kata Kim, di Nusa Dua, Bali, Jumat, 12 Oktober 2018.

Kim mengatakan sejauh ini sebanyak 28 negara telah mendaftar dalam proyek pengembangan SDM. Adapun Bank Dunia bekerja sama dengan negara-negara tersebut untuk menutup kesenjangan dan merancang peningkatan kesehatan.

Ia mencontohkan Peru yang berkomitmen meningkatkan pendapatan pajak untuk kesehatan dan pendidikan pada 2021. Sedangkan pada 2008, sebanyak 28 persen anak-anak di Peru mengalami stunting.

Dalam konteks ini, lanjutnya, Bank Dunia mendukung program transfer tunai di masyarakat yang ditargetkan untuk mendukung ibu-ibu miskin dan memastikan bahwa anak-anak mereka memiliki nutrisi.

Selain itu, contoh lainnya adalah Polandia yang melakukan reformasi pada pendidikannya. Hasilnya pada 2000 dan 2006, Polandia naik peringkat dari level bawah OECD pada skor PISA menuju ke level sembilan.

Sementara itu, untuk Ethiopia, Perdana Menteri Abiy mengatakan, salah satu solusi utama terkait sejumlah masalah negara dapat ditemukan dalam pendidikan. Dia berjanji untuk melipatgandakan upaya pemerintah untuk fokus pada kualitas pendidikan.

Selanjutnya Mesir yang mengurangi subsidi energi regresif untuk melakukan investasi modal manusia di seluruh bagian. Empat tahun lalu, subsidi untuk energi adalah 6,6 persen dari PDB atau lebih dari yang dibelanjakan pemerintah untuk kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial digabungkan.


(ABD)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA