Alibaba Harap Produk AS Laris di Hari Jomlo

Suci Sedya Utami    •    Sabtu, 10 Nov 2018 18:50 WIB
alibaba
Alibaba Harap Produk AS Laris di Hari Jomlo
Pendiri Alibaba Group Jack Ma.

Jakarta: Alibaba Group Holding Ltd mengharapkan penjualan produk-produk Amerika Serikat yang dipasarkan di webnya laris selama perayaan hari jomlo atau singles' day.

Singles' day merupakan sebuah hari perayaan untuk menghormati orang-orang yang masih menyandang status lajang. Pesan awal kampanye perayaan tersebut agar para penyandang status lajang tetap merasa bahagia. Di Tiongkok singles' day diperingati setiap tanggal 11 November.

Presiden Alibaba Michael Evans mengatakan dirinya tidak terlalu peduli mengenai asal usul barang tersebut berasal. Mengingat saat ini Tingkok sedang terjebak perang dagang dengan AS.

"11/11 bukanlah peristiwa yang bergantung secara eksklusif pada satu pasar," Evans dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg TV yang dikutip, Sabtu, 10 November 2018.

"Kami akan bekerja dengan lebih dari 200 negara dan wilayah sebagai bagian dari acara besar ini dan jadi kami tidak mengharapkan satu area pun memiliki pengaruh besar, selain Tiongkok tentu saja," kata Evans.

Mengenai ekonomi Tiongkok Evans mengatakan ada beberapa ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi ke depan. Saat ini pertumbuhan di negara ini masih berjalan sekitar 6,5 persen per tahun.

Alibaba melihat permintaan melambat untuk barang-barang tiket besar, seperti mesin cuci, televisi dan mobil. Tetapi sektor lain seperti kosmetik, makanan, fesyen dan pakaian masih kuat. 

Evans mengatakan Alibaba fokus untuk menggaet permintaan pada 300 juta orang Tiongkok yang diperkirakan akan memasuki jajaran kelas menengah selama lima tahun ke depan.

Perusahaan yang berbasis di Hangzhou ini memasarkan diri dengan berbagai produk global untuk menjangkau konsumen Tiongkok. Lebih dari 10.000 merek Amerika, termasuk Nike dan Starbucks yang menjual barang-barang mereka di situs Alibaba Tmall Global. 

Pendiri Alibaba Jack Ma menyebut perang dagang adalah hal yang paling bodoh di dunia. Tiongkok membalas tarif atas barang-barang AS termasuk produk seperti makanan dan anggur yang merupakan barang populer yang dijual di platform Alibaba. 


(SCI)