KTT APEC, Jokowi Tekankan Pentingnya Ekonomi Terbuka & Inklusif

Ade Hapsari Lestarini    •    Sabtu, 11 Nov 2017 12:46 WIB
ktt apec
KTT APEC, Jokowi Tekankan Pentingnya Ekonomi Terbuka & Inklusif
Presiden Joko Widodo saat berada di KTT APEC 2017. (FOTO: Biro Pers Istana)

Da Nang, Vietnam: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pentingnya pembangunan ekonomi yang terbuka dan inklusif guna mengatasi masalah ketimpangan yang terjadi di sejumlah negara di dunia.

Apalagi Indonesia dinilai telah berhasil menerapkan sistem pembangunan inklusif melalui sejumlah program perlindungan sosial di Tanah Air. Jokowi mengatakan hal tersebut saat mengikuti pertemuan APEC Business Advisory Council (ABAC) Dialogue dan pertemuan APEC-ASEAN Leaders di kawasan Furama Resort, Da Nang, Vietnam.

"Kita dinilai berhasil menyeimbangkan dan mengkombinasikan antara pertumbuhan dan equity. Misalnya melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dinilai mengombinasikan pertumbuhan dan distribusi, serta mengurangi ketimpangan," ujar Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir usai mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan APEC-ASEAN, seperti dikutip Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Sabtu 11 November 2017.

Di samping itu, dalam pertemuan APEC-ASEAN yang pertama kali digelar berkat inisiatif Vietnam tersebut, Jokowi juga menyatakan pentingnya membangun sinergitas yang solid antarnegara anggota APEC maupun ASEAN. Indonesia sebagai pendiri kedua organisasi itu pun memiliki peran penting dalam mewujudkan sinergitas tersebut.

"Di satu sisi kita ikut berperan dalam membentuk ASEAN dan APEC, namun pada saat yang sama perkembangannya harus juga memberikan kontribusi kepada kita secara nasional," ungkap AM Fachir.

Menurut Presiden Jokowi, sinergitas tersebut bisa diwujudkan dalam sejumlah kerja sama di berbagai bidang, mulai dari e-commerce, pengembangan sumber daya manusia, hingga Regional Cooperation in Asia Pasific (RCAP) dengan Free Trade Area of Asia Pacific (FTAAP).

"ABAC dan ASEAN juga dapat membantu APEC membentuk pasar domestik intrakawasan sehingga tidak bergantung pada kawasan lain," tutur AM Fachir.

Menanggapi hal tersebut, sejumlah pemimpin negara pun memberikan apresiasi dan pandangan positif terhadap pesan yang disampaikan Presiden Jokowi dalam forum tersebut.

"Australia terutama dalam hal perdagangan karena RCEP potensial maka akan segera digulirkan. Kalau Free Trade Area of Asia Pacific masih jauh," pungkas dia.

 


(AHL)