Dolar AS Masih Kokoh

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 08 Feb 2018 08:18 WIB
dolar as
Dolar AS Masih Kokoh
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

New York: Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat hingga akhir perdagangan Rabu waktu setempat. Penguatan ini terjadi terhadap mata uang utama lainnya setelah adanya aksi jual dan volatilitas saham.

Melansir Xinhua, Kamis, 8 Februari 2018, analis mengatakan investor telah menjual aset untuk greenback, karena investasi yang terakhir dianggap kurang berisiko. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, meningkat 0,73 persen menjadi 90,238.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun ke 1,2276 dolar dari 1,2391dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris merosot ke 1,3880 dolar dari 1,3958 dolar pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7822 dolar dari 0,7887 dolar.

Selain itu dolar AS membeli 109,49 yen Jepang, lebih tinggi dari 109,36 yen dari sesi sebelumnya. Dolar A.S. naik menjadi 0,9429 franc Swiss dari 0,9361 franc Swiss, dan bergerak naik ke 1,2568 dolar Kanada dari 1,2522 dolar Kanada.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 19,42 poin atau 0,08 persen menjadi 24.893,35. Sementara indeks S & P 500 turun 13,48 poin atau 0,50 persen menjadi 2.681,66. Indeks Nasdaq Composite turun 63,90 poin atau 0,90 persen menjadi 7.051,98.

Wall Street menjadi goyang setelah imbal hasil 10 tahun obligasi negara itu naik ke level tertinggi dalam multitahun, di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan inflasi dapat membuat suku bunga lebih tinggi.


(AHL)