BoJ Dinilai Perlu Terus Jaga Pelonggaran Kebijakan

Angga Bratadharma    •    Selasa, 29 Nov 2016 07:32 WIB
ekonomi jepang
BoJ Dinilai Perlu Terus Jaga Pelonggaran Kebijakan
Gedung Bank of Japan (REUTERS/Yuriko Nakao)

Metrotvnews.com, Tokyo: Bank of Japan (BoJ) harus menjaga pelonggaran kebijakan moneter sampai tingkat inflasi berada di atas target dua persen. Namun demikian, BoJ harus tetap memperhatikan distorsi keuangan yang disebabkan oleh kebijakan lainnya.

Economic Cooperation and Development (OECD) menyatakan, kerangka kebijakan baru BoJ memberikan fleksibilitas yang lebih, tapi tetap masih harus dilihat apakah hal itu bisa berhasil atau tidak dan itu bisa sulit untuk menargetkan imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun.

Secara keseluruhan, OECD menyambut baik keputusan BoJ pada September silam untuk mengalihkan sasarannya dari kebijakan suku bunga atas kecepatan pencetakan uang, setelah bertahun-tahun melakukan pembelian aset secara besar-besaran gagal untuk membuat ekonomi keluar dari stagnasi.

Baca: BoJ Diperkirakan Tunda Perluas Stimulus di Minggu Depan

Namun laporan OECD menyoroti adanya kekhawatiran tentang sektor keuangan dan keterbatasan pertumbuhan pada kebijakan moneter. Tentu hal semacam ini perlu diperhatikan secara baik agar tidak memberikan efek buruk terhadap pertumbuhan ekonomi Jepang, termasuk berbagai macam upaya perbaikan ekonomi.

"Bank of Japan harus menjaga pelonggaran moneter, sebagaimana dimaksud sampai inflasi stabil di atas target dua persen. Sementara itu, Bank of Japan perlu memperhitungkan biaya dan risiko dalam hal kemungkinan distorsi keuangan," kata OECD, dalam sebuah laporan, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (29/11/2016).

Baca: Ekonomi Jepang Mulai Bergerak Stabil

BoJ telah mengubah pelonggaran kuantitatif untuk membuat kebijakan lebih cocok dalam pertempuran panjang guna mencapai inflasi dua persen. Sekarang ini, BoJ membeli obligasi pemerintah untuk menjaga imbal hasil 10 tahun di kisaran nol persen dan menerapkan tingkat suku bunga negatif 0,1 persen.

Baca: BoJ Alami Kerugian Pertama Kalinya dalam 4 Tahun Terakhir

Kebijakan suku bunga negatif, yang mulai diberlakukan pada Februari, telah menimbulkan kekhawatiran tentang  profitabilitas bank umum dan perusahaan asuransi, kata think tank yang berbasis di Paris. Laporan itu juga mengatakan menargetkan imbal hasil 10 tahun bisa menjadi 'rumit dalam praktek.

 


(ABD)