Ketergantungan Passporting Dinilai Berlebihan Usai Brexit

Angga Bratadharma    •    Senin, 17 Oct 2016 11:08 WIB
brexit
Ketergantungan <i>Passporting</i> Dinilai Berlebihan Usai Brexit
Kota London, Inggris (REUTERS/Greg Bos)

Metrotvnews.com, New York: Inggris dinilai perlu fokus terhadap upaya sektor perbankan ketika bernegosiasi terkait perdagangan keuangan baru dengan Uni Eropa sebagai manfaat dari pengekangan akses lintas di seluruh industri usai terjadinya Brexit. Dalam sebuah referendum, warga Inggris akhirnya memutuskan untuk keluar dari keanggotaan Uni Eropa.

Padahal, Eropa terbuka dengan kampanye untuk mereformasi Uni Eropa dan mengadopsi kebijakan atau sikap netral atas referendum Inggris yang memutuskan keluar dari Uni Eropa pada Juni. Namun, strategi yang luas di seluruh sektor keuangan secara keseluruhan akan mengurangi kredibilitas.

Baca: Parlemen Inggris Diminta Diberikan Suara terkait Brexit

"Untuk mengklaim keberhasilan Inggris sebagai pusat keuangan global sepenuhnya akan bergantung pada passporting yang dibesar-besarkan," kata Senior Policy Analyst The Pan-European Think Tank Vincenzo Scarpetta, seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/10/2016).

Inggris harus fokus pada upaya mempertahankan atau mereplikasi passporting di beberapa sektor keuangan yang kemungkinan akan kehilangan akses sepenuhnya, yang merupakan dampak terbesar usai adanya keputusan untuk Inggris meninggalkan Uni Eropa atau Brexit.

Baca: Menghukum Industri Keuangan Inggris Tidak Berpengaruh ke Uni Eropa

Passporting adalah pemberian kewenangan atau kemampuan untuk setiap perusahaan keuangan melayani seluruh wilayah dengan aturan di bawah Uni Eropa dengan berbasis pasar tunggal, pemotongan biaya dan birokrasi. Passporting dianggap penting bagi industri keuangan di Inggris guna mempertahankan laju bisnisnya.


Perdana Menteri Inggris Theresa May (REUTERS/Toby Melville)

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan pembicaraan resmi mengenai perceraian Inggris dengan Uni Eropa bersama dengan Brussels akan dimulai pada akhir Maret dan dua tahun terakhir. Adapun pengaturan transisi akan diperlukan untuk membuka jalan terkait persyaratan perdagangan baru untuk menghindari adanya 'tepi tebing'.

Pemerintah Inggris harus mencoba memberikan keyakinan bahwa menjaga pasar keuangan terbuka untuk melintasi selat adalah masalah kepentingan bersama. Dengan Deutsche Bank, misalnya, mendapatkan hampir seperlima pendapatan dari Inggris.

Baca: Inggris Upayakan Kesepakatan Terbaik Jadi Prioritas Mutlak Usai Brexit

"Ini jelas bukan mengenai memindahkan bisnis keluar dari Inggris ke hub Eropa lainnya seperti ke New York, Singapura, atau Hongkong yang tentunya bisa jadi lebih baik. Jika tidak lebih baik dan tidak menuai keuntungan maka berarti Eropa secara keseluruhan bisa lebih buruk," pungkas Scarpetta.

 


(ABD)