Jelang Keputusan Suku Bunga

Trump Kembali Tekan The Fed

Angga Bratadharma    •    Rabu, 19 Dec 2018 12:03 WIB
ekonomi amerikathe fed
Trump Kembali Tekan The Fed
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (FOTO: AFP)

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengkritik Federal Reserve karena terus menaikkan suku bunga acuan. Ia menilai the Fed luar biasa karena sedang mempertimbangkan kenaikan suku bunga acuan lagi mengingat situasi dan kondisi perekonomian sekarang ini.

"Ini luar biasa bahwa dengan dolar yang sangat kuat dan hampir tidak ada inflasi, the Fed bahkan mempertimbangkan sekali lagi kenaikan suku bunga acuan," kata Trump, dalam cuitannya, seperti dikutip dari Xinhua, Rabu, 19 Desember 2018.

Trump telah berulang kali memberikan tekanan pada the Fed untuk menunda kenaikan suku bunga dengan alasan kenaikan tersebut menghambat kemajuan ekonomi. "AS tidak seharusnya dihukum karena kami melakukannya dengan sangat baik. Pengetatan sekarang melukai semua yang telah kami lakukan," kata Trump, dalam sebuah cuitannya di Juli lalu.

Bisa dibilang kritikan Trump kepada the Fed hampir dijauhi oleh semua pendahulunya dalam rangka memastikan kebijakan suku bunga acuan ditetapkan untuk yang terbaik bagi perekonomian Amerika Serikat. Kebijakan suku bunga dengan melihat tingkat inflasi, data tenaga kerja, dan lainnya.



The Fed telah menaikkan suku bunga acuannya tiga kali di tahun ini. Bank sentral AS ini juga siap untuk menaikkan suku bunga acuan kembali pada pertemuan kebijakan berikutnya pada akhir pekan ini, menurut risalah pertemuan terakhir yang dirilis bulan lalu.

Ketua the Fed Jerome Powell mengatakan pada akhir November bahwa suku bunga acuan berada di bawah kisaran tingkat yang akan netral bagi perekonomian. Pelaku pasar menafsirkan hal itu sebagai sinyal dovish untuk kenaikan suku bunga acuan di masa depan, dibandingkan dengan komentar Powell sebelumnya pada awal Oktober bahwa suku bunga jauh dari netral.

Tetapi beberapa ekonom dan analis Wall Street mengatakan bahwa mereka tidak melihat perubahan besar dalam kebijakan pengetatan moneter Fed. Hampir semua dari 60 ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal awal bulan ini memperkirakan the Fed akan menaikkan suku bunga acuan lagi pada minggu ini.

 


(ABD)