Emas Berjangka Melesat Usai USD Tertekan

   •    Kamis, 13 Sep 2018 07:32 WIB
harga emasemasekonomi dunia
Emas Berjangka Melesat Usai USD Tertekan
Ilustrasi (AFP PHOTO)

Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik untuk sesi kedua berturut-turut pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), saat dolar Amerika Serikat tertekan. Indeks USD yang mengukur uang terhadap enam saingan turun sebanyak 0,32 persen menjadi 94,8 pada 1910 GMT.

Mengutip Xinhua, Kamis, 13 September 2018, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik sebanyak USD8,7 atau 0,72 persen menjadi ditutup pada USD1.210,9 per ons. Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan USD yang berarti jika USD melemah maka emas berjangka akan naik.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 14 sen atau 0,99 persen menjadi menetap di USD14,293 per ons. Sedangkan platinum untuk Oktober menambahkan sebanyak USD10,6 atau 1,34 persen menjadi ditutup pada USD799,9 per ons.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 27,86 poin atau 0,11 persen menjadi 25.998,92. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 1,03 poin atau 0,04 persen menjadi 2.888,92. Indeks Nasdaq Composite turun 18,24 poin atau 0,23 persen menjadi 7.954,23.

Saham Boeing dan Caterpillar, perusahaan dengan eksposur pendapatan luar negeri yang tinggi, masing-masing naik 2,36 persen dan 1,58 persen pada penutupan. Saham Apple berakhir 1,24 persen lebih rendah. Raksasa teknologi AS meluncurkan iPhone terbaru dan jam tangan baru bernama Apple Watch Series 4 pada Rabu.

Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi, dengan saham telekomunikasi dan konsumen memimpin kenaikan. Sektor teknologi turun 0,5 persen. Saham beberapa produsen cip AS ditarik kembali. Saham Micron Technology dan Lam Research turun masing-masing 4,27 persen dan 3,24 persen pada penutupan pasar.

Pada data ekonomi, Indeks Harga Produsen AS turun 0,1 persen pada Agustus, Departemen Tenaga Kerja melaporkan. Indeks permintaan akhir naik 2,8 persen untuk 12 bulan yang berakhir pada Agustus. Penurunan Agustus dalam indeks permintaan akhir terutama disebabkan oleh penurunan harga untuk layanan permintaan akhir, kata laporan itu.

 


(ABD)