Pensiun dari Alibaba

Jack Ma Berikan Pelajaran Penting dalam Kepemimpinan

Angga Bratadharma    •    Selasa, 11 Sep 2018 14:03 WIB
alibaba
Jack Ma Berikan Pelajaran Penting dalam Kepemimpinan
Jack Ma (ABRICE COFFRINI/AFP)

Singapura: Pengusaha asal Tiongkok, Jack Ma, berbagi pelajaran penting dalam kepemimpinan ketika dia memutuskan untuk mundur sebagai Chairman Alibaba, perusahaan e-commerce yang dia ciptakan. Adapun keputusan untuk mundur dari Alibaba dinilai Jack Ma bukan sebagai akhir dari sebuah era melainkan datangnya era baru.

Pengusaha teknologi itu mengungkapkan bahwa ia telah memulai proses untuk transisi kepemimpinan kepada kepala eksekutif saat ini yakni Daniel Zhang yang akan mengambil alih sebagai ketua dewan dalam waktu satu tahun atau pada 10 September 2019.

Jack Ma mengatakan serah terima yang bertepatan dengan ulang tahun ke-20 Alibaba telah menjadi perencanaan dalam satu dekade dan telah membantu membentuk Alibaba menjadi raksasa e-commerce bernilai miliaran dolar saat ini.

"Saya telah banyak memikirkan dan mempersiapkan rencana suksesi ini selama 10 tahun. Transisi ini menunjukkan bahwa Alibaba telah melangkah ke tingkat tata kelola perusahaan berikutnya," Ma menulis dalam sebuah surat kepada pelanggan dan pemegang saham Alibaba, seperti dilansir dari CNBC, Selasa, 11 September 2018.

Pria berusia 54 tahun menilai keputusan tersebut menjadi penting untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis ketika dirinya memutuskan mundur dari jajaran dewan direksi pada 2020. Dirinya berharap Alibaba bisa terus tumbuh dan berkembang serta menjadi kebanggaan Tiongkok.



"Ketika Alibaba didirikan pada 1999, tujuan kami adalah membangun sebuah perusahaan yang dapat membuat Tiongkok dan dunia bangga dan yang dapat melintasi tiga abad hingga 102 tahun terakhir," tulisnya.

Namun, tambahnya, semua orang tahu bahwa tidak ada yang dapat bertahan dengan perusahaan selama 102 tahun. Alibaba yang berkelanjutan harus dibangun berdasarkan tata kelola yang baik, filosofi budaya-sentris, dan konsistensi dalam mengembangkan bakat. Pasalnya, tidak ada perusahaan yang hanya mengandalkan pendirinya semata.

Ma tidak menampik terdapat keterbatasan kemampuan dan energi sehingga tidak ada yang bisa memikul tanggung jawab sebagai ketua dan CEO selamanya. Untuk itu, Ma telah mempersiapkan anak laki-lakinya yang berusia 46 tahun selama beberapa tahun untuk mengatur roda bisnis pada 2013 ketika ia menunjuk Zhang untuk menggantikannya sebagai CEO.

Dalam lima tahun sejak itu, Ma mengaku telah mengamati Zhang dan Zhang menunjukkan komitmen yang berkelanjutan kepada perusahaan dan membuktikan kemampuannya dengan mengelola 13 kuartal berturut-turut atas pertumbuhan yang konsisten dan berkelanjutan.

"Pikiran analitisnya tak tertandingi, ia memegang misi dan visi kami, ia memeluk tanggung jawab dengan semangat, dan ia memiliki keberanian untuk berinovasi dan menguji model bisnis kreatif," tulisnya.

Komitmen Jack Ma untuk perencanaan warisan sepertinya berasal dari awal karirnya sebagai guru bahasa Inggris di kota kelahirannya, Hangzhou, Tiongkok. Menurutnya gurunya sangat bangga dengan tim yang dimilikinya atas kepemimpinan dan budaya unik yang digerakkan oleh cisi dan misi.

"Serta fakta bahwa kami terus mengembangkan pemimpin bisnis yang luar biasa dan bakat profesional seperti Daniel Zhang," tulis Ma.

Jack Ma menilai para guru selalu ingin murid-murid mereka melebihi mereka. Artinya, menjadi tanggung jawab dirinya dan perusahaan untuk membiarkan orang-orang yang lebih muda dan lebih berbakat mengambil alih peran kepemimpinan.

"Sehingga mereka mewarisi misi kami untuk memudahkan dalam berbisnis di mana saja. Saya masih memiliki banyak impian untuk dikejar. Mereka yang mengenal saya tahu bahwa saya tidak suka duduk diam. Saya berencana melanjutkan peran saya sebagai mitra pendiri dalam Alibaba dan berkontribusi pada kerja kemitraan," pungkasnya.

 


(ABD)