Stok Melimpah, Harga CPO Terbebani

   •    Jumat, 07 Sep 2018 17:03 WIB
cpo
Stok Melimpah, Harga CPO Terbebani
Ilustrasi transportasi pengangkut sawit. (FOTO: MI/ SURYA SRIYANTI)

Jakarta: Harga crude palm oil (CPO) pada hari ini kembali melemah ke level 2.215 ringgit Malaysia, melihat grafik dari Trading View. Pelemahan tersebut pada akhirnya membentuk level terendah selama sepekan ini.

Menurut Researcher and Analyst PT Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi, tampaknya harga CPO masih dalam tren bearish, pasalnya tumpukan minyak sawit di Malaysia masih diperkirakan belum bisa teratasi.

Dia menyebut persediaan minyak sawit hingga akhir Agustus nanti diproyeksikan melonjak hingga sembilan persen atau bertambah 2,41 juta ton. Sedangkan untuk produksinya diperkirakan akan naik hingga 9,9 persen atau bertambah 1,65 juta ton.

"Melihat proyeksi menumpuknya persediaan tersebut, proyeksi untuk ekspor hingga hari ini belum memperlihatkan kenaikan. Untuk pengiriman minyak sawit kontrak pada November saja, Bursa Malaysia Derivatives Exchange memproyeksikan terjadinya penurunan hingga 0,6 persen," ujar dia dalam hasil risetnya, Jumat, 7 September 2018.

Melihat kondisi masih belum berkembangnya proyeksi impor ke luar negeri, Kementerian Industri Malaysia akan mengalokasikan hingga 23 juta ringgit Malaysia untuk mengupayakan promosi di daerah Uni Eropa. Ini dilakukan karena pihak otoritas Malaysia yang akan bekerja sama dengan Indonesia akan mengupayakan dan mempromosikan perihal tuduhan deforestasi hutan yang membuat Uni Eropa mengeluarkan kebijakan "nol minyak sawit".

Banyaknya analis yang melihat memproyeksikan tren bearish pada harga CPO, pelemahan lebih lanjut berpotensi mengincar level support 2.205 ringgit Malaysia dengan resisten di level 2.225 ringgit Malaysia.


(AHL)