Kekhawatiran Geopolitik Buat Wall Street Runtuh

Angga Bratadharma    •    Kamis, 12 Apr 2018 07:03 WIB
wall street
Kekhawatiran Geopolitik Buat Wall Street Runtuh
Ilustrasi (AFP PHOTO/Bryan R. Smith)

New York: Bursa saham Wall Street ditutup lebih rendah atau runtuh pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB) karena investor mencerna data ekonomi terbaru dan kekhawatiran ketegangan geopolitik yang baru. Ada harapan agar ketegangan geopolitik bisa segera mereda dan di sisi lain perlu ada upaya bersama untuk menjaga stabilitas ekonomi dunia.

Mengutip Antara, Kamis, 12 April 2018, indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 218,55 poin atau 0,90 persen menjadi 24.189,45. Sedangkan S&P 500 terhapus sebanyak 14,68 poin atau 0,55 persen menjadi 2.642.19. Indeks Nasdaq Composite turun 25,27 poin atau 0,36 persen menjadi 7.069,03.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam cuitannya pada Rabu pagi menyebutkan bahwa rudal AS akan datang sebagai tanggapan terhadap dugaan serangan kimia Suriah, mendorong kekhawatiran baru atas persaingan geopolitik antara Moskow dan Washington atas Suriah.



Dalam berita perusahaan, media sosial dan saham teknologi berada di pusat perhatian karena skandal data Facebook terus terungkap. Chief Executive Officer Facebook Mark Zuckerberg memasuki hari kedua kesaksian sebelum Kongres pada Rabu.

Kelompok-kelompok Rusia diduga telah mengambil keuntungan dari platform media sosial untuk mengganggu pemilihan Presiden AS di 2016. Zuckerberg mengungkapkan Facebook terlalu lambat untuk menemukan dan menanggapi gangguan Rusia.

"Sudah jelas sekarang bahwa kita tidak melakukan langkah yang cukup guna mencegah alat-alat ini digunakan untuk hal yang berbahaya. Perusahaan itu bekerja dengan penasihat khusus Robert Mueller dalam penyisiran Rusia," kata Zuckerberg.

Di sisi ekonomi, harga konsumen AS turun untuk pertama kalinya dalam 10 bulan pada Maret. Indeks Harga Konsumen untuk Semua Konsumen Perkotaan turun 0,1 persen pada Maret dengan dasar penyesuaian musiman setelah naik 0,2 persen pada Februari, lapor Departemen Tenaga Kerja.

 


(ABD)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA