Indeks Acuan Inggris Ditutup Datar

   •    Selasa, 07 Aug 2018 09:46 WIB
bursa efekbursa sahambrexitekonomi inggris
Indeks Acuan Inggris Ditutup Datar
Ilustrasi (AFP PHOTO/Tolga AKMEN)

London: Saham-saham Inggris ditutup datar pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London naik tipis sebanyak 0,06 persen atau 4,68 poin menjadi 7.663,78 poin.

Mengutip Antara, Selasa, 7 April 2018, Hargreaves Lansdown, perusahaan jasa keuangan, melonjak 1,97 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar dari saham-saham unggulan. Disusul oleh saham BT Group dan GlaxoSmithKline yang masing-masing meningkat 1,75 persen dan 1,62 persen.

Di sisi lain, Fresnillo, perusahaan pertambangan logam mulia berbasis di Meksiko yang didirikan di Inggris, mencatat kerugian terbesar dari saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 3,34 persen. Diikuti saham Micro Focus International, sebuah perusahaan perangkat lunak dan teknologi informasi multinasional, yang merosot 3,13 persen.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average naik 39,60 poin atau 0,16 persen menjadi berakhir di 25.502,18 poin. Indeks S&P 500 meningkat 10,05 poin atau 0,35 persen menjadi ditutup pada 2.850,40 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 47,66 poin atau 0,61 persen lebih tinggi dan menjadi 7.859,68 poin.

Musim pelaporan laba perusahaan sejauh ini lebih kuat dari yang diperkirakan para analis. Laba kuartal kedua perusahaan-perusahaan tercatat di pasar modal diperkirakan meningkat 23,5 persen dari periode yang sama tahun lalu. Tidak termasuk sektor energi, estimasi pertumbuhan laba menurun menjadi 20,4 persen.

Dari 500 perusahaan di S&P 500 yang telah melaporkan laba hingga 3 Agustus, sebanyak 78,6 persen telah melaporkan laba di atas ekspektasi para analis. Ini di atas rata-rata jangka panjang 64 persen dan di atas rata-rata empat kuartal sebelumnya 75 persen.

Perkiraan pertumbuhan pendapatan gabungan untuk kuartal kedua adalah 9,2 persen. Tidak termasuk sektor energi, estimasi pertumbuhan pendapatan menurun menjadi 8,0 persen. Sekitar 73 persen perusahaan telah melaporkan pendapatan di atas ekspektasi para analis. Ini di atas rata-rata jangka panjang 60 persen dan di atas rata-rata empat kuartal sebelumnya 72 persen.

 


(ABD)