Maroko Desak Perjanjian Dagang dengan Indonesia Dipercepat

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 13 Oct 2017 19:46 WIB
trade expo indonesia
Maroko Desak Perjanjian Dagang dengan Indonesia Dipercepat
Mendag Enggartiasto Lukita saat di gelaran TEI 2017. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu)

Metrotvnews.com, Tangerang: Maroko meminta perjanjian dagang bilateral dengan Indonesia dapat secepatnya terealisasi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita usai melakukan pertemuan dengan duta besar Maroko untuk Indonesia dan beberapa delegasi bisnis Maroko.

Enggartiasto menyatakan bentuk perjanjian yang akan dilakukan dengan Maroko adalah Preferential Trade Agreement (PTA). Maroko bersikeras untuk dapat melakukan perjanjian ini melihat potensi yang ada di Indonesia dan Maroko sebagai negara penghubung beberapa negara Afrika lain.

"Mereka minta agar perjanjiannya bisa dipercepat. Mereka yang memaksa," kata Enggartiasto ditemui di ICE BSD, BSD City, Tangerang, Jumat 13 Oktober 2017.

Tahun ini, lanjut Enggartiasto, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mengirimkan surat kepada Pemerintah Maroko dan diharapkan kerja sama PTA dengan Maroko bisa terwujud tahun depan.

"So, tahun ini kami akan segera kirim surat dari Kemendag ke mereka," ucap dia.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, Neraca Perdagangan Indonesia dengan Maroko pada Januari hingga Juli 2017 surplus yakni USD18,16 juta dengan nilai eksopr USD52,48 juta dan nilai impor USD34,31 juta.

Sementara berdasarkan data Trade Map komoditas yang paling banyak diekspor ke Maroko adalah serat buatan, kopi, teh, rempah-rempah, dan minyak kelapa sawit (crude palm oil). Sedangkan ekspor Maroko ke Indonesia adalah garam, sulfur, batu-batuan, tembaga, pulp kayu, dan kertas bekas.

Jika kedua negara proaktif, Enggartiasto melanjutkan, PTA akan cepat terbentuk. Apalagi Maroko memang memerlukan perjanjian itu.

"Bisa cepat kok. Dari kedua negara saja, tergantung dua negara. Tapi dari sikap proaktif kedua negara. Dia juga minta tahun depan selesai. Tahun depan Insyaallah selesai," pungkas dia.

Perjanjian dagang bilateral yang sudah terimplemantasi sampai saat ini adalah Indonesia-Jepang dengan bentuk perjanjian EPA dan Indonesia-Pakistasn dengan bentuk perjanjian PTA. Sedangkan yang sedang berlangsung dan dalam negosiasi adalah Indonesia-Erop CEPA, Indonesia EFTA-CEPA, Indonesia-Australia CEPA, Indonesia-Chili CECA, Indonesia-Iran PTA, dan Indonesia-Turki PTA.

 


(AHL)