Ketidakpastian Brexit Redam Minat Investor Asing di Inggris

Angga Bratadharma    •    Senin, 09 Oct 2017 07:31 WIB
brexitekonomi inggris
Ketidakpastian Brexit Redam Minat Investor Asing di Inggris
Ilustrasi (AFP PHOTO/OLI SCARFF)

Metrotvnews.com, London: Perusahaan asing telah mengerem pembelian atau bisnisnya di Inggris tahun ini sebagai respons terhadap ketidakpastian Brexit atau keputusan untuk meninggalkan keanggotaan Uni Eropa. Hal itu terjadi meski ada keinginan untuk menggeser aktivitas bisnis yang telah jatuh nilainya setelah poundsterling melemah.

Baca: Sektor Jasa di Inggris Terus Ciptakan Lapangan Kerja

Sebuah studi tentang transaksi pembelian dan merger Inggris yang melibatkan perusahaan asing menunjukkan bahwa nilai pembelian bisnis milik Inggris turun dalam sembilan bulan pertama di tahun ini ke tingkat terendah sejak 2010. Kondisi seperti ini tentu perlu menjadi pertimbangan tersendiri.

Melansir The Guardian, Senin 9 September 2017, studi internal oleh konsultan EY, yang dilihat oleh The Guardian, menemukan bahwa nilai kesepakatan di tahun ini kira-kira dua pertiga dari rata-rata yang dilaporkan selama tujuh tahun terakhir. Tidak ditampik, Brexit memberikan efek terhadap perekonomian.



Perusahaan Inggris dibanjiri uang tunai setelah tiga tahun mendapatkan keuntungan. Kombinasi neraca yang kuat dan poundsterling yang rendah diharapkan dapat menjadikan mereka target pengambilalihan atau merger asing yang melibatkan penjualan sebagian besar bisnis mereka kepada pembeli asing.

Baca: Brexit, Inggris Perlu Segera Menyetujui Kesepakatan Transisi dengan UE

Tapi EY mengatakan kurangnya minat untuk membeli perusahaan Inggris menunjukkan kemungkinan turunnya kepercayaan diri karena prospek ekonomi Inggris telah menjadi kabur karena ketidakpastian.

Kepala Ekonom Inggris EY Mark Gregory mengatakan, Inggris kehilangan tren global untuk peningkatan jumlah merger dan pembelian, dengan perusahaan-perusahaan di zona euro mengalami lonjakan aktivitas lintas batas pada tahun lalu.

Baca: Ekonomi Inggris Dinilai Tidak Tahan dengan Kenaikan Suku Bunga

"Jatuhnya nilai merger dan akuisisi asing perusahaan Inggris menunjukkan kemungkinan turunnya kepercayaan tentang prospek ekonomi Inggris," tuturnya.

Ada lonjakan aktivitas asing menjadi USD100 miliar di dua kuartal setelah referendum mengenai keluar dari keanggotaan Uni Eropa dan mungkin didorong oleh perubahan nilai poundsterling. Namun hal ini turun drastis pada kuartal pertama 2017 menjadi USD6 miliar dan aktivitas total pada 2017 Sampai saat ini hanya lebih dari USD50 miliar.

 


(ABD)