Harga Minyak Capai Titik Terendah

   •    Rabu, 07 Nov 2018 08:00 WIB
minyak mentah
Harga Minyak Capai Titik Terendah
Ilustrasi (AFP PHOTO/SCOTT HEPPELL)

New York: Harga minyak turun lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dengan minyak mentah AS mencapai level terendah delapan bulan, sehari setelah Washington memberikan keringanan sanksi kepada pembeli minyak Iran dan karena Iran mengatakan sejauh ini telah mampu menjual minyak sebanyak yang dibutuhkan.

Mengutip Antara, Rabu, 7 November 2018, minyak mentah Brent berjangka turun sebanyak USD1,04 menjadi menetap di USD72,13 per barel, turun sebanyak 1,42 persen. Patokan global Brent mencapai terendah sesi di USD71,18 per barel, tingkat terendah sejak 16 Agustus.

Kontrak berjangka minyak mentah berjangka Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI) turun sebanyak 89 sen AS atau 1,41 persen, menjadi menetap di USD62,21 per barel. WTI mencapai terendah sesi di USD61,31 per barel, harga terlemah sejak 16 Maret.

Iran mengatakan sejauh ini telah mampu menjual minyak sebanyak yang dibutuhkan dan mendesak negara-negara Eropa yang menentang sanksi-sanksi AS untuk berbuat lebih banyak guna melindungi Iran. Amerika Serikat sebelumnya memulihkan sanksi-sanksi yang menargetkan sektor minyak, perbankan, dan transportasi Iran, serta mengancam lebih banyak tindakan.



Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan Washington memiliki tujuan untuk membuat ekspor minyak Iran menjadi nol, tetapi pengecualian 180 hari diberikan kepada delapan importir, yakni Tiongkok, India, Korea Selatan, Jepang, Italia, Yunani, Taiwan dan Turki.

Kelompok ini mengambil sebanyak tiga perempat dari ekspor minyak lintas laut Iran, data perdagangan menunjukkan, yang berarti Republik Islam itu masih akan diizinkan mengekspor beberapa minyak untuk saat ini.

Perkiraan industri menunjukkan ekspor minyak Iran telah jatuh 40 hingga 60 persen sejak Trump mengatakan pada Mei bahwa dia akan menerapkan kembali sanksi-sanksi. Namun, pengecualian dapat memungkinkan ekspor naik lagi setelah November.

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan negaranya, importir minyak Iran, tidak akan mematuhi sanksi-sanksi, yang katanya ditujukan untuk ketidakseimbangan dunia. Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch & Associates mengatakan bahwa sanksi-sanksi itu sendiri tidak akan menaikkan harga-harga minyak.

 


(ABD)