Indeks Acuan Inggris Ditutup Tertekan 0,27%

   •    Kamis, 05 Jul 2018 08:17 WIB
bursa efekbursa sahamekonomi inggris
Indeks Acuan Inggris Ditutup Tertekan 0,27%
Ilustrasi (AFP PHOTO/ODD ANDERSEN)

London: Saham-saham Inggris berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Pelemahan terlihat dari indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London turun sebanyak 0,27 persen atau 20,20 poin, menjadi 7.573,09 poin.

Mengutip Antara, Kamis, 5 Juli 2018, Sainsbury, jaringan supermarket, melonjak 2,95 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar di antara saham-saham unggulan. Diikuti oleh saham Kelompok BT dan Anglo American yang  masing-masing meningkat 2,69 persen dan 2,11 persen.

Sementara itu, Antofagasta, kelompok penambangan tembaga, mengalami kerugian paling besar dari saham-saham unggulan, dengan sahamnya kehilangan 2,68 persen. Disusul oleh saham Evraz, perusahaan pembuat baja dan pertambangan multinasional, yang turun 2,54 persen, serta BHP Billiton, perusahaan sumber daya global, merosot 2,35 persen.

Di sisi lain, harga Brent naik di atas USD78 per barel setelah komandan Pengawal Revolusi Iran mengatakan dia siap untuk mencegah ekspor minyak mentah regional jika penjualan minyak Iran dilarang oleh Amerika Serikat.

Kontrak berjangka Brent yang paling aktif untuk pengiriman September, ditutup naik 48 sen AS menjadi USD78,24 per barel. Sementara itu, minyak mentah AS atau West Texas Intermediate (WTI) naik 19 sen AS menjadi USD74,33 per barel, mendekati posisi tertinggi tiga setengan tahun  pada Selasa waktu setempat di atas USD75 per barel.

Pasar AS tidak akan memiliki harga penyelesaian karena liburan Hari Kemerdekaan AS. Presiden Iran Hassan Rouhani pada Selasa mengancam untuk mengganggu pengiriman minyak dari negara-negara tetangga jika Washington terus menekan semua negara untuk berhenti membeli minyak Iran.

 


(ABD)