Kanselir Jerman: G20 Harus Atasi Banjirnya Pasokan Baja Global

Arif Wicaksono    •    Minggu, 27 Nov 2016 15:27 WIB
ktt g20
Kanselir Jerman: G20 Harus Atasi Banjirnya Pasokan Baja Global
Kanselir Jerman Angela Merkel. AFP PHOTO/dpa.

Metrotvnews.com, Berlin: Kanselir Jerman Angela Merkel menuturkan pemimpin dari anggota Kelompok G20 harus menemukan solusi untuk mengatasi kelebihan kapasitas dalam industri baja global. Dia menambahkan bahwa kelebihan produksi baja di beberapa negara menyebabkan hilangnya pekerjaan di tempat lain.

Merkel mengatakan Jerman, yang mengambil alih kepresidenan G20 pada bulan depan, akan mendorong solusi secara kolektif bagi seluruh dunia yang telah dibanjiri penurunan harga baja selama bertahun-tahun yang meningkatkan ketegangan antara Tiongkok dan produsen utama lainnya.

Para pemimpin Eropa dan AS telah mendesak Tiongkok untuk mempercepat pemotongan kapasitas, menyalahkan ekspor besar yang menyebabkan merosotnya harga dan menuduhnya telah melakukan aksi dumping terhadap pasar baja murah di pasar luar negeri.

baca : Baca Lokal Terancam

"Sebagai contoh, pada KTT G20 di Tiongkok, kita bahas overproduksi cara yang sangat terbuka di sektor baja, yang mengakibatkan orang-orang di industri baja kehilangan pekerjaan mereka," kata Merkel dalam podcast mingguannya dikutip dari Reuters, Minggu (27/11/2016).
 
Dia menekankan bahwa permasalahan ini harus diatasi bersama-sama supaya tak merusak relasi kerja sama diantara satu negara dengan negara lainnya.

"Kita harus memecahkan masalah ini bersama-sama, sehingga kita tidak memiliki situasi di mana satu negara memberikan kerusakan pada negara-negara lain," tambah Merkel.

baca : OECD Bahas Pertemuan untuk Bahas Baja Global

Tiongkok telah bersumpah untuk memotong kapasitas sebesar 45 juta ton tahun ini dan mengatakan sudah mendekati target itu di Agustus tahun ini.

Bulan lalu, Uni Eropa menetapkan bea masuk sementara pada dua jenis baja dari Tiongkok untuk melawan apa yang dikatakan sebagai ketidakadilan harga yang rendah. Langkah ini dikritik oleh Beijing, yang menuduh blok itu terlibat dalam proteksionisme.

Sekitar 5.000 pekerja telah dipecat dalam industri baja Inggris pada tahun lalu karena perjuangan untuk bersaing dengan impor baja dari Tiongkok yang murah dan biaya energi yang tinggi.

Para pemimpin G20 berjanji pada pertemuan puncak di Tiongkok pada September untuk bekerja sama mengatasi kelebihan kapasitas baja yang telah dihukum industri global dengan harga rendah selama bertahun-tahun.

 


(SAW)