Perdagangan Teknikal Dorong Harga Emas Menguat

   •    Selasa, 29 Nov 2016 08:49 WIB
harga emas
Perdagangan Teknikal Dorong Harga Emas Menguat
Ilustrasi (AFP/DEUTCHE BUNDESBANK).

Metrotvnews.com, Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB), didorong perdagangan teknikal. Namun demikian, tetap ada peluang emas berjangka kembali bergerak sejalan dengan ketidakpastian ekonomi global.

Mengutip Antara, Selasa 29 November, kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember naik USD12,4 atau 1,05 persen menjadi menetap di USD1.190,80 per ounce. Logam mulia mendapat dukungan setelah menyentuh tingkat terendah dalam sembilan bulan.

Para analis percaya logam mulia telah mencapai tingkat dukungan penting (key level support) yang memicu apa yang pedagang sebut 'dead cat bounce' di mana logam mulia mencapai tingkat terendah sehingga membeli emas sebagai lindung nilai terhadap taruhan lain membuatnya lebih layak secara finansial daripada membeli obligasi.

Baca: Awali Pekan, Harga Emas Bergerak Stabil di Rp600.000/Gram

Emas diberi dukungan lebih lanjut ketika indeks dolar AS melemah 0,06 persen menjadi 101,33 pada pukul 18.00 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS turun maka emas berjangka akan turun.

Para pedagang sedang menunggu rilis laporan Produk Domestik Bruto (PDB) pada Selasa, laporan pendapatan  dan pengeluaran pribadi pada Rabu, indeks manufaktur Institute for Supply Management dan klaim pengangguran mingguan pada Kamis, dan terakhir laporan ketenagakerjaan besar untuk November pada Jumat.


Sumber: Nasdaq

Laporan-laporan ditambah dengan beberapa pidato Fed pekan ini akan memberikan para pedagang petunjuk lebih lanjut tentang kemajuan perekonomian yang berkaitan dengan dorongan kenaikan suku bunga dari 0,50 ke 0,75, di mana para investor percaya akan terjadi selama pertemuan FOMC pada Desember.

Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,50 ke setidaknya 0,75 adalah 98 persen pada pertemuan Desember dan 99 persen untuk pertemuan Februari.

Baca: Kilau Harga Emas Dunia Meredup

Perak untuk pengiriman Desember naik 11,3 sen atau 0,69 persen menjadi ditutup pada USD16,583 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik USD15 atau 1,65 persen menjadi ditutup pada USD923,30 per ounce.

 


(ABD)