Tingkat Inflasi Jepang Naik di Oktober 2017

Angga Bratadharma    •    Senin, 04 Dec 2017 15:07 WIB
ekonomi jepangbank of japan (boj)
Tingkat Inflasi Jepang Naik di Oktober 2017
Bendera Jepang (FOTO: AFP)

Tokyo: Tingkat inflasi Jepang meningkat pada Oktober untuk bulan ke-10 berturut-turut, namun masih jauh di bawah target inflasi dua persen dari Bank of Japan (BoJ), sebuah laporan pemerintah menunjukkan. BoJ terus berupaya agar tingkat inflasi bisa meningkat di masa mendatang.

Mengutip Xinhua, Senin, 4 Desember 2017, menurut Departemen Dalam Negeri dan Komunikasi, indeks harga konsumen inti, yang mengecualikan harga pangan segar karena volatilitas mereka, naik jadi 0,8 persen pada Oktober. Kenaikan terbaru terjadi pada inflasi 0,7 persen di bulan sebelumnya, kata biro statistik, menandai kenaikan bulanan ke-10 untuk indeks tersebut.

CPI inti untuk 23 wilayah di Tokyo, sementara itu, data yang secara luas dianggap sebagai pendahulu harga nasional dalam beberapa bulan mendatang, meningkat 0,6 persen pada November dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Indeks harga konsumen mengukur perubahan harga untuk keranjang barang dan jasa pasar konstan dari satu periode ke periode berikutnya dalam area yang sama. Perubahan persen dalam CPI adalah ukuran yang banyak digunakan oleh pemerintah di sini dan bank sentral memperkirakan inflasi pada periode tertentu.

Sebelumnya, bank sentral Tiongkok atau People's Bank of China (PBOC) menyuntikkan 240 miliar yuan (sekitar USD36,36 miliar) ke pasar melalui operasi pasar terbuka untuk mengurangi likuiditas. PBOC melakukan reverse repo senilai 240 miliar yuan. Sementara itu, reverse repo 240 miliar yuan jatuh tempo, artinya injeksi uang bersih adalah nol.

Repo balik adalah proses di mana bank sentral membeli sekuritas dari bank umum melalui penawaran, dengan kesepakatan untuk menjualnya kembali di masa depan. PBOC melakukan reverse repo tujuh hari senilai 160 miliar yuan dengan harga 2,45 persen, 70 miliar yuan kontrak 14 hari dengan imbal hasil 2,6 persen, dan 10 miliar yuan kontrak 63 hari.

 


(ABD)