Pemberlakuan Sanksi ke Iran Picu Minyak Bervariasi

   •    Selasa, 06 Nov 2018 08:01 WIB
minyak mentah
Pemberlakuan Sanksi ke Iran Picu Minyak Bervariasi
Ilustrasi (FOTO: AFP)

New York: Harga minyak bervariasi pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), setelah jatuh selama lima hari. Kondisi itu karena Amerika Serikat secara resmi memberlakukan sanksi-sanksi terhadap Iran tetapi memberi delapan negara keringanan sementara yang memungkinkan mereka tetap membeli minyak dari Republik Islam itu.

Mengutip Antara, Selasa, 6 November 2018, minyak mentah Brent berjangka naik 34 sen AS menjadi menetap di USD73,17 per barel. Sementara kontrak berjangka minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) turun 4 sen AS menjadi  USD63,10 per barel.

Kedua patokan minyak telah merosot lebih dari 15 persen sejak mencapai tertinggi empat tahun pada awal Oktober. Hedge fund telah memangkas taruhan bullish pada minyak mentah ke level terendah satu tahun. Sanksi adalah bagian dari upaya Presiden AS Donald Trump untuk mengekang program rudal dan nuklir Iran dan mengurangi pengaruhnya di Timur Tengah.

Pasar minyak telah mengantisipasi sanksi tersebut selama berbulan-bulan. Harga telah berada di bawah tekanan karena produsen utama, termasuk Arab Saudi dan Rusia, telah meningkatkan produksi mendekati tingkat rekor, sementara angka ekonomi yang lemah di Tiongkok telah meragukan prospek permintaan.



"Ada banyak pertanyaan tentang sanksi-sanksi, tentang keringanan. Ada beberapa keraguan bahwa sanksi-sanksi akan memiliki tekanan keras seperti yang awalnya dipikirkan oleh pasar," kata Analis Price Futures Group Phil Flynn.

Amerika Serikat telah memberikan pengecualian kepada Tiongkok, India, Yunani, Italia, Taiwan, Jepang, Turki, dan Korea Selatan, yang memungkinkan mereka untuk sementara bisa terus membeli minyak Iran, kata Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo. Beberapa negara adalah pelanggan teratas anggota OPEC Iran.

Trump mengaku ingin memberlakukan sanksi-sanksi terhadap minyak Iran secara bertahap, mengutip kekhawatiran tentang guncangan di pasar energi dan menyebabkan lonjakan harga global. Pejabat AS telah mengatakan tujuan sanksi-sanksi pada akhirnya untuk menghentikan semua ekspor minyak Iran.

 


(ABD)