Amerika Serikat Beri Tekanan

OPEC dan Rusia Bahas Pemangkasan Produksi Minyak

   •    Sabtu, 08 Dec 2018 20:01 WIB
minyak mentahopec
OPEC dan Rusia Bahas Pemangkasan Produksi Minyak
Ilustrasi (Justin Solomon/CNBC)

Wina: Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan sekutunya diperkirakan menyetujui kesepakatan pemotongan produksi yang berpeluang meningkatkan harga. Kondisi itu akan tetap dilakukan meski ada tekanan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengurangi harga minyak mentah.

Mengutip CNBC, Sabtu, 8 Desember 2018, kartel minyak yang berpengaruh besar itu bertemu di kantor pusatnya di Wina, Austria, dengan tujuan mencapai kesepakatan atas tingkat produksi untuk enam bulan ke depan. Organisasi yang beranggotakan 15 negara itu mengadakan pembicaraan dengan mitra non-OPEC.

Sedangkan pelaku pasar secara luas berharap aliansi energi tersebut dapat mengumumkan pengurangan produksi yang signifkan. Pertemuan yang ditunggu-tunggu datang pada saat pasar minyak mendekati level bawah harga terburuknya sejak krisis keuangan 2008. Adapun harga minyak jatuh sekitar 30 persen selama dua bulan terakhir.

Raksasa OPEC yakni Arab Saudi telah memimpin seruan bagi kelompok itu untuk memangkas produksi di tengah melonjaknya pasokan dan kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi akan mengikis permintaan bahan bakar. Kerajaan yang kaya akan minyak itu mengindikasikan bahwa OPEC berencana mengekang produksi setidaknya hingga 1,3 juta barel per hari.

Namun, Rusia telah tampak enggan untuk menandatangani pembalikan dalam strategi produksi tersebut. Rusia yang merupakan anggota non-OPEC itu telah memperingatkan aliansi energi untuk melangkah hati-hati minggu ini guna memastikan tidak mengubah arah kebijakan 180 derajat setiap kali bertemu.

Adapun salah satu kemungkinan hasilnya adalah OPEC dan anggota non-OPEC menyetujui pemotongan pasokan sekitar 1,2 juta hingga 1,4 juta barel per hari. Seperti biasa, bagian yang sulit bagi aliansi energi bukan mencari angka, melainkan bagaimana kelompok membagi-bagi potongannya.

OPEC mulai mengelola pasokan minyak mentah dalam kemitraan dengan Rusia dan beberapa negara lain tahun lalu untuk mengakhiri penurunan harga minyak yang terus terjadi. Kelompok yang didominasi Timur Tengah memproduksi sekitar 40 persen dari minyak dunia dan memiliki sejarah panjang dalam menyesuaikan produksi untuk memandu pasar energi.

"Mudah-mudahan OPEC akan menjaga aliran minyak seperti apa adanya, tidak dibatasi. Dunia tidak ingin melihat, atau membutuhkan, harga minyak yang lebih tinggi," tegas Trump dalam cuitannya.


(ABD)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

3 days Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA