Harga Minyak Dunia Jatuh

Angga Bratadharma    •    Jumat, 08 Feb 2019 08:02 WIB
minyak mentah
Harga Minyak Dunia Jatuh
Ilustrasi (FOTO: AFP)

New York: Harga minyak dunia jatuh pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena dolar Amerika Serikat (USD) meningkat terhadap sebagian besar mata uang utama. Meski demikian, negara anggota OPEC dan sekutunya terus berupaya menjaga stabilitas pasar minyak agar tidak terus tertekan.

Mengutip Xinhua, Jumat, 8 Februari 2019, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret turun USD1,37 menjadi di USD52,64 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk April turun USD1,06 menjadi ditutup pada USD61,63 per barel di London ICE Futures Exchange.

USD didukung oleh sentimen positif pada ekonomi AS. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,10 persen menjadi 96,4997 pada pukul 3:00 malam. (2000 GMT). USD yang lebih kuat membuat komoditas yang dihargakan dalam USD kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 220,77 poin atau 0,87 persen, menjadi ditutup di 25.169,53 poin. Indeks S&P 500 turun 25,56 poin atau 0,94 persen, menjadi berakhir di 2.706,05 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 86,93 poin atau 1,18 persen, menjadi ditutup di 7.288,35 poin.

Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 utama ditutup lebih rendah, dengan sektor energi jatuh 2,13 persen, memimpin penurunan. Saham-saham teknologi utama AS atau yang disebut kelompok FAANG, yakni Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan induk perusahaan Google, Alphabet, semuanya menurun. Sektor teknologi merosot 1,44 persen.

Komisi Eropa pada Kamis 7 Februari memangkas perkiraan pertumbuhan 2019 menjadi 1,3 persen dibandingkan dengan 1,9 persen pada 2018. Prakiraan pertumbuhan untuk Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol juga dipangkas. Proyeksi tersebut menyalakan kembali kekhawatiran bahwa ekonomi global mungkin akan melambat.

Wall Street juga semakin khawatir tentang perselisihan perdagangan global. Masalah perdagangan telah menjadi bagian besar dari kecemasan pasar sejak 2018. Diharapkan perang dagang yang tengah terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok bisa segera dihentikan guna kepentingan bersama.


(ABD)