Investor Indonesia Banyak Bidik Properti Singapura

   •    Minggu, 16 Apr 2017 21:52 WIB
properti
Investor Indonesia Banyak Bidik Properti Singapura
Illustrasi. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.

Metreovnews.com, Jakarta: Apartemen di Singapura masih menjadi incaran utama para investor properti dari Indonesia. Hal ini merupakan salah satu hasil survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index .

"Survei itu juga mengungkapkan bahwa untuk kategori rumah, para investor properti Indonesia menempatkan Australia sebagai pilihan utama," kata Country Manager Rumah.com, Wasudewan dikutip dari Antara, Minggu 16 April 2017.

Menurut hasil survei tersebut alasan utama mereka membeli properti di luar negeri karena potensi meraih keuntungan yang lebih baik.  Wasudewan menjelaskan, bahwa dengan infrastruktur dan stabilitas keamanan yang baik, Singapura menjadi pilihan para investor dari Indonesia maupun negara lain di sekitarnya. Hal itu juga memengaruhi kualitas gaya hidup masyarakatnya, termasuk para ekspatriat yang menyewa berbagai hunian di Singapura.

"Singapura juga memiliki akses transportasi yang bagus untuk menghubungkan warganya secara lokal maupun internasional. Ini pula yang menyebabkan Singapura diganjar penghargaan sebagai Lokasi Terbaik di Asia Pilihan Ekspatriat dan peringkat 25 secara global dari survey Quality of Living yang digelar Mercer awal tahun ini," kata Wasudewan.

Ia menyebutkan, pembelian properti di luar negeri semakin marak, karena teknologi telah membuat proses penemuan investasi properti semakin mudah. Pembelian properti adalah salah satu keputusan penting, baik untuk kebutuhan dasar maupun investasi.

Adapun alasan orang Indonesia membeli properti di luar negeri, dengan persentase masing-masing yakni, menawarkan keuntungan lebih besar sebesar 76 persen, 67 persen hasil sewa lebih tinggi, 37 persen untuk bekal masa pensiun, 35 persen merupakan negara asal bagi keluarga saya, dan 35 persen rencana pendidikan bagi anak. Selain itu, 34 persen untuk alasan lingkungan yang lebih baik, 30 persen perlindungan terhadap inflasi dan 28 persen terhindar risiko depresiasi mata uang.

Hasil survei ini sejalan dengan data dari Cushman & Wakefield, perusahaan konsultan properti internasional yang menyebutkan bahwa pada semester I-2016, orang Indonesia membeli 189 properti dari berbagai kategori di Singapura, sebuah peningkatan lebih dari 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara pembelian dari warga negara Tiongkok dan Malaysia mengalami penurunan pada kuartal II- 2016. Transaksi dari warga negara Indonesia justru naik sebesar 19 persen pada periode yang sama.

Rumah.com Property Affordability Sentiment Index merupakan survei tahunan yang dilakukan oleh Rumah.com bekerja sama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura, dengan total 1.030 responden pada November-Desember 2016.


(SAW)