Usai Turun Tajam, Harga Minyak Dunia Menguat

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 11 Jul 2017 08:09 WIB
minyak mentah
Usai Turun Tajam, Harga Minyak Dunia Menguat
Ilustrasi. (FOTO: Reuters)

Metrotvnews.com, New York: Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan moderat pada perdagangan Senin, setelah sebelumnya melemah tajam pada pekan lalu.

Namun demikian, aktivitas pengeboran meningkat di Amerika Serikat (AS) dan ketidakpastian mengenai penurunan produksi Libya dan Nigeria, masih membayangi pergerakan harga.

Reuters melansir, Selasa 11 Juli 2017, harga minyak mentah AS berakhir naik 17 sen atau 0,4 persen menjadi USD44,40 per barel. Sementara minyak mentah Brent juga naik 17 sen atau 0,36 persen menjadi USD46,88 per barel.

Meskipun reli sederhana pada hari itu, harga minyak mentah Brent tercatat melemah 17 persen di bawah tingkat pembukaan di awal 2017 mereka. Pertanyaan yang masih berkutat tentang harga minyak yakni seputar pemotongan produksi, pasar masih rapuh pada apa yang akan dilakukan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

OPEC dan beberapa anggota non-OPEC pada Mei setuju untuk membatasi produksi sampai Maret 2018, namun langkah tersebut telah gagal. Beberapa menteri utama OPEC akan bertemu dengan negara non-OPEC Rusia pada 24 Juli di St Petersburg, Rusia, untuk membahas pasar minyak.

Selain itu, Kuwait mengatakan bahwa Nigeria dan Libya telah diundang ke pertemuan tersebut dan produksinya dapat ditutup lebih awal dari November, ketika OPEC dijadwalkan mengadakan perundingan formal, menurut Bloomberg.

Namun, menteri perminyakan Nigeria tidak dapat menghadiri pertemuan OPEC karena adanya komitmen sebelumnya, Menteri Perminyakan Kuwait Essam al-Marzouq mengatakan kepada wartawan pada hari Senin.

Libya mengatakan bahwa pihaknya siap untuk melakukan pembicaraan namun menambahkan bahwa situasi politik, ekonomi, dan kemanusiaan harus diperhitungkan dalam pembicaraan ini. Sementara itu CEO Arab Saudi Aramco Amin Nasser mengatakan pada sebuah konferensi di Istanbul bahwa dia mengira dunia menuju kekurangan pasokan global.

"Volume minyak konvensional yang ditemukan di seluruh dunia selama empat tahun terakhir memiliki lebih dari separuhnya dibandingkan dengan empat negara lainnya," kata Nasser.

Namun produksi minyak AS terus tumbuh, meningkat lebih dari 10 persen sejak pertengahan 2016. Perusahaan energi AS menambahkan tujuh rig pengeboran minyak pekan lalu, menandai kenaikan 24 dari 25 minggu menjadi 763, yang paling banyak sejak April 2015, demikian disampaikan perusahaan jasa energi Baker Hughes.

BNP Paribas bergabung dengan daftar bank investasi dan analis yang telah mengurangi perkiraan harga minyak mentah mereka untuk tahun-tahun yang akan datang.

"Kami telah membuat perkiraan harga minyak mentah yang dalam-dalam. Kami sekarang melihat harga WTI rata-rata USD49 per barel pada 2017 (revisi USD8 per barel) dan revisi Brent USD51 per barel (USD9 per barel)," Kata bank itu dalam sebuah catatan.


(AHL)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

2 days Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA