AS Gagal Yakinkan Kebijakan Ekonomi Trump ke Eropa dan Jepang

Arif Wicaksono    •    Minggu, 14 May 2017 15:03 WIB
amerika serikat
AS Gagal Yakinkan Kebijakan Ekonomi Trump ke Eropa dan Jepang
Illustrasi. Dok : Reuters.

Metrotvnews.com, Washington: Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa negara mapan dunia semakin terbiasa dengan rencana kebijakan Presiden AS Donald Trump. Namun Eropa dan Jepang tetap khawatir tentang pergeseran sikap dari Washington yang menuju ke arah protektionisme.

Pejabat dari Kelompok G7 bertemu di Italia selatan dengan harapan dapat mendengar lebih banyak tentang rencana Trump untuk menghidupkan kembali proteksionisme dan menetapkan kembali pendekatan global terhadap isu-isu seperti reformasi perbankan dan perubahan iklim.

Menteri Keuangan Prancis Michel Sapin mengatakan bahwa mereka tidak berbagi pandangan yang sama terhadap kebijakan AS.

baca : Wall Street Melemah di Tengah Laporan Data Ekonomi AS

"Sangat diperlukan untuk melanjutkan semangat kerja sama internasional yang sama," tutur Michel Sapin dikutip dari Reuters, Minggu 14 Mei 2017.

Gubernur Bank Sentral Prancis Francois Villeroy de Galhau mengatakan ada nada optimisme di dalam pertemuan G7 tentang pemulihan ekonomi global setelah bertahun-tahun mengalami pertumbuhan lamban menyusul krisis keuangan yang dimulai hampir satu dekade yang lalu.

Namun dia mengatakan bahwa ketidakpastian berlanjut mengenai arah kebijakan AS. mewakili sebuah risiko terhadap proteksionisme, sebagaimana yang dikatakan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Jepang Taro Aso.

"Kita tidak boleh mundur dalam perdagangan bebas karena telah memberi kontribusi pada kemakmuran ekonomi," kata Aso.

Pejabat G7 Eropa mengeluh bahwa tidak ada yang tahu apa yang dipahami AS dengan perdagangan yang adil dan satu-satunya cara untuk mewujudkan keadilan adalah dengan mematuhi peraturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Seorang pejabat senior kementerian keuangan Jepang mengatakan ada tanda tanya terbesar adalah kemungkinan pemotongan pajak AS  yang bisa memicu ekonomi AS.

Trump telah mengusulkan pemotongan tarif pajak penghasilan AS. dan menawarkan bisnis multinasional keringanan pajak yang tajam atas keuntungan luar negeri yang kembali ke negara adi daya itu.

Namun, dia menjatuhkan sebuah proposal kontroversial tentang pajak "penyesuaian perbatasan" untuk impor sebagai cara untuk mengimbangi kerugian pendapatan akibat pemotongan pajak korporasi. Rencana reformasi pajak juga dipertanyakan oleh beberapa pejabat Eropa.

“Saya tidak begitu yakin bahwa dengan ekonomi yang sudah bekerja penuh dan bekerja dengan kecepatan penuh, stimulus fiskal akan berdampak (kepada pertumbuhan ekonomi)," tutur Komisioner Ekonomi dan Keuangan Eropa Pierre Moscovici mengatakan kepada wartawan.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki hak untuk menjadi proteksionis jika menganggap perdagangan global  tidak bebas atau adil.

"Pendekatan kami adalah untuk perdagangan yang lebih seimbang, dan orang-orang telah mendengarnya," kata Mnuchin kepada wartawan di Akhir pertemuan dua hari.



 


(SAW)