Petani AS Lakukan Pembahasan Intensif saat Dialog NAFTA

Angga Bratadharma    •    Senin, 17 Jul 2017 12:03 WIB
pertanianpetaniekonomi amerika
Petani AS Lakukan Pembahasan Intensif saat Dialog NAFTA
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (AFP PHOTO/Mandel Ngan)

Metrotvnews.com, Washington: Dengan pembicaraan untuk menegosiasikan kembali pakta perdagangan NAFTA beberapa minggu ini, kelompok pertanian Amerika Serikat (AS) dan anggota parlemen dari negara-negara pedesaan mengintensifkan lobi administrasi Presiden AS Donald Trump dengan satu pesan utama yakni meninggalkan pertanian darinya.

Trump menyalahkan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara yang menurutnya merupakan kesepakatan perdagangan terburuk yang pernah ada dalam kata-katanya di mana untuk jutaan pekerjaan manufaktur yang hilang dan berjanji guna memiringkannya sesuai keinginan Amerika Serikat.

Tetapi bagi petani AS, perjanjian 23 tahun ini mengamankan akses ke pasar yang stabil dan menguntungkan di Meksiko dan Kanada yang sekarang mencakup lebih dari seperempat ekspor pertanian AS. Sekarang mereka khawatir akses ini bisa menjadi tawar-menawar dalam usaha untuk mendapatkan kesepakatan yang lebih baik bagi produsen AS.

"Mungkin beberapa sektor lain dari ekonomi kita diberi persyaratan yang lebih baik dan dengan imbalan tarif pertanian akan diperkenalkan kembali," kata Juru Bicara Federasi Ekspor Daging AS Joe Schuele, di Denver, Colorado, seperti dikutip dari Reuters, Senin 17 Juli 2017.

Perhatian lainnya adalah bahwa hanya ketidakpastian dari perundingan perdagangan terbuka dapat mendorong Meksiko ke pemasok alternatif dari biji-bijian, produk susu, daging sapi dan babi. Meksiko menjadi lebih penting lagi setelah penarikan Trump dari sebuah pakta perdagangan Pacific Rim yang dinegosiasikan di bawah Barack Obama.

Minggu depan, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer berada di garis besar tujuan administrasi untuk pembicaraan NAFTA ke Kongres dan lobi pertanian telah menghasilkan situasi dan kondisi yang panas dalam beberapa minggu terakhir untuk memastikan kepentingannya.

 


(ABD)