Bangladesh Mulai Konstruksi PLTN Rooppur Unit Kedua

Ade Hapsari Lestarini    •    Jumat, 03 Aug 2018 12:12 WIB
nuklir
Bangladesh Mulai Konstruksi PLTN Rooppur Unit Kedua
Ilustrasi pembangkit nuklir Rosatom. (FOTO: AFP)

Jakarta: Bangladesh telah memulai konstruksi 'beton pertama' dari unit kedua Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Rooppur di Rooppur, Ishwardi, Bangladesh.

Adapun bagian pertama dari konstruksi beton di salah satu negara kecil di Asia Selatan itu dituangkan pada fondasi dasar gedung reaktor unit yang akan dibangun serta menandai mulainya konstruksi dari PLTN Rooppur unit kedua.

Perdana Menteri dari Pemerintah Bangladesh Sheikh Hasina, Wakil Perdana Menteri Rusia untuk Urusan Kompleks Industri Pertahanan Yury Borisov, dan Wakil Direktur Jenderal Pertama untuk Manajemen Operasi Rosatom State Corporation Alexander Lokshin turut hadir dalam seremoni tersebut.

"Delapan bulan lalu, beton pertama konstruksi PLTN Rooppur unit pertama telah dilakukan. Hari ini kita bertemu lagi untuk memulai konstruksi utama dari PLTN Rooppur unit kedua. Semua pekerjaan pada konstruksi PLTN Rooppur berjalan sesuai jadwal. Terima kasih kepada usaha kolaboratif antara tim kami dari Rusia dan Bangladesh, kami melakukan semua hal yang dimungkinkan untuk menyelesaikan konstruksi secara tepat waktu," kata Alexander Lokshin, mengutip keterangan tertulis yang dipublikasikan perusahaan energi Atom Rosatom, Jumat, 3 Agustus 2018.

Lokshin menambahkan, delapan unit yang didesain oleh Rusia sedang dalam tahap konstruksi yang berbeda-beda dan terletak di seluruh Asia Tenggara, termasuk PLTN Rooppur unit kedua.

Bangladesh menghasilkan sekitar 59 TWh listrik secara gross pada 2015 dan permintaan listrik terus meningkat secara cepat yakni sebanyak tujuh persen setiap tahunnya. Sekitar 20 persen dari 166 juta orang di Bangladesh saat ini hidup tanpa listrik, baik dari jaringan listrik atau instalasi surya lokal, dan bagi mereka yang bergantung pada jaringan listrik sering mengalami pemadaman listrik.

Dibandingkan dengan Indonesia, pada 2015 Indonesia memproduksi 234 TWh listrik secara lokal, bagaimanapun masih tersedia ruang untuk berkembang guna memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.

Menurut Assosiasi Nuklir Dunia, Indonesia perlu menggandakan kapasitas generator listriknya dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, dan terus melakukan ekspansi melampaui 2050, guna memperbaiki akses untuk listrik dan mencapai permintaan dari ekonomi dan populasi yang terus meningkat.

Energi Nuklir di Indonesia

Indonesia memiliki dukungan publik yang kuat untuk energi nuklir dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), di mana turut mendukung pengenalan PLTN yang dapat membantu negara dalam berbagai hal antara lain membantu mencapai permintaan negara untuk daya, memurnikan air, dan menyediakan pemanasan distrik untuk proses pemanasan industrial.

Pada 2027, Batan melihat reaktor air-ringan besar konvensional di pulau-pulau padat seperti di Bali, Jawa, dan Sumatera. Pada lingkup edukasi dan pengetahuan industri, Indonesia merupakan salah satu negara yang diujicobakan untuk kursus pelatihan yang diselenggarakan oleh Badan Energi Atom Internasional.

Kursus ini bertujuan untuk menyiapkan generasi selanjutnya dari ilmuwan dan insinyur nuklir, untuk memenuhi permintaan di teknologi nuklir yang akan dihadapi oleh Indonesia dan negara-negara lainnya di masa depan.

Di Asia, peledakan ekonomi telah mendorong permintaan akan listrik bersih yang berujung banyaknya negara menggunakan teknologi nuklir. Kurang lebih ada 130 PLTN dan masih banyak yang dalam tahap konstruksi. Adapun dalam hal pertumbuhan, Tiongkok memimpin diikuti oleh India dan Korea.

PLTN Rooppur mempunyai dua reaktor WWER-1200, dengan total kapasitas 2.400 megawatt (mw) yang sedang dalam tahap konstruksi sesuai dengan desain Rusia di desa Rooppur, Ishwardi Upazilla, 160 km dari Dhaka, ibu kota Bangladesh.

Pembangunan ini sesuai dengan kontrak umum yang ditandatangani pada 25 Desember 2015. Atomstroyexport (Rosatom Engineering Division) adalah kontraktor umum untuk konstruksi PLTN Rooppur. Untuk PLTN Bangladesh yang pertama, desain Rusia dengan reaktor WWER-1200 telah terpilih, dan telah sukses berfungsi pada Unit 1 dari Novovoronezh PLTN-2.

Semuanya merupakan model evolusioner generasi III+, yang memenuhi persyaratan keamanan internasional. Pada 2017, unit listrik Rusia yang disebutkan sebelumnya diakui sebagai salah satu unit tenaga nuklir terbaik di dunia, oleh publikasi internasional yang berpengaruh POWER (USA).

Pada 2015-2016, pekerjaan persiapan lokasi konstruksi telah diselesaikan, dokumentasi desain rinci dan dokumen untuk pembuktian lisensi untuk tata letak dan pembangunan unit telah dikembangkan. Pada 2017, pelaksanaan proyek PLTN Rooppur berlanjut sesuai jadwal.

Pada 4 November 2017, Otoritas Regulasi Bangladesh (BAERA) mengeluarkan lisensi untuk desain dan konstruksi pabrik. Pada 30 November 2017, upacara 'Beton Pertama' dari Unit 1 PLTN Rooppur diadakan. Pembangunan unit berjalan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Saat ini, sebanyak 5.000 T semen digunakan per hari di lokasi, 4.200 orang terlibat dalam pekerjaan konstruksi.

Pada 8 Juli 2018, Otorita Pengatur Energi Atom Bangladesh, BAERA mengeluarkan lisensi untuk memulai pembangunan utama Unit 2 dari PLTN Rooppur. Derek berat telah dikirimkan ke lokasi konstruksi Unit 1, yang akan digunakan untuk memasang 'Molten Catcher', salah satu sistem keselamatan terpenting dari unit ini.

Dimulainya operasi komersial PLTN Rooppur Unit 1 dijadwalkan untuk 2023, sementara Unit 2 untuk 2024. Setiap tahap konstruksi NPP Rooppur berada di bawah pengawasan ketat dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan otoritas pengatur nasional.


(AHL)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA