Pertemuan IMF-WB 2018

IMF: Bangun Sistem Perdagangan yang Baik Tidak Mudah

Suci Sedya Utami, Ade Hapsari Lestarini, Eko Nordiansyah, Annisa ayu artanti, Angga Bratadharma    •    Rabu, 10 Oct 2018 14:01 WIB
ekonomi duniaIMF-World Bank
IMF: Bangun Sistem Perdagangan yang Baik Tidak Mudah
Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (FOTO: IMF)

Nusa Dua: Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) mengungkapkan membangun sistem perdagangan yang lebih baik tidak pernah menjadi tugas yang mudah. Namun, perdagangan telah membantu mengubah dunia dengan meningkatkan produktivitas, menyebarkan teknologi baru, dan membuat produk lebih terjangkau.

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mengatakan untuk menciptakan sistem perdagangan yang baik untuk semua dibutuhkan generasi pembuat kebijakan yang bisa diukur oleh kemampuan untuk membantu menciptakan ikatan persatuan dan persahabatan yang abadi. Hal itu diperlukan untuk sistem perdagangan yang berfungsi bagi semua negara.

"Saya mulai dengan mengutip Adam Smith, yang pernah berkata perdagangan yang seharusnya secara alami berada di antara bangsa-bangsa, sebagai di antara individu, ikatan persatuan dan persahabatan, telah menjadi sumber perselisihan dan permusuhan yang paling subur," kata Lagarde, dalam pertemuan tahunan IMF-WB 2018, di Nusa Dua, Bali, Rabu, 10 Oktober 2018.

Lagarde melihat terdapat tiga prioritas terkait membangun sistem perdagangan yang baik dan sehat. Pertama, semua pihak perlu bekerja sama untuk mengurangi perselisihan perdagangan saat ini dan masuk ke dalam diskusi yang konstruktif. Di sini IMF sangat berharap karena ada keinginan untuk meningkatkan dan memperluas perdagangan.



"Pikirkan proposal yang disambut baik untuk memperkuat WTO. Atau pikirkan semua transaksi perdagangan baru, seperti TPP-11 dan perjanjian Afrika, serta kemajuan yang dibuat pada kesepakatan AS-Meksiko-Kanada. Jadi, mari kita gunakan momentum itu untuk mengubah ketegangan menjadi persesuaian," kata Lagarde.

Kedua, semua pihak perlu bergandengan tangan untuk memperbaiki dan memodernisasi sistem perdagangan global, bukan menghancurkannya. Ini berarti melihat efek distorsi subsidi negara, meningkatkan penegakan hak kekayaan intelektual, dan mengambil langkah untuk memastikan persaingan yang efektif untuk menghindari ekses posisi dominan pasar.

"Ini juga berarti membuka potensi penuh dari e-commerce dan layanan tradeable lainnya. Di semua bidang ini, kita dapat menggunakan pendekatan negosiasi yang lebih fleksibel dalam WTO, termasuk perjanjian plurilateral di antara sub-bagian keanggotaan WTO yang siap untuk bergerak maju di bidang-bidang tertentu," tuturnya.



Ketiga, semua pihak perlu menerapkan kebijakan domestik untuk memastikan bahwa perdagangan global lebih efektif dalam melayani orang-orang. "Kami tahu bahwa perdagangan telah membantu mengubah dunia kita dengan meningkatkan produktivitas, menyebarkan teknologi baru, dan membuat produk lebih terjangkau," ungkapnya.

Asia Berperan Ciptakan Kelas Menengah Terbesar di Dunia

Di sini, masih kata Lagarde, di Asia, misalnya, perdagangan telah berperan dalam menciptakan kelas menengah terbesar di dunia. Dan di seluruh dunia, integrasi ekonomi telah meningkatkan pendapatan per kapita sambil menciptakan jutaan pekerjaan baru dengan upah yang lebih tinggi.

"Namun, kita juga tahu bahwa beberapa pekerja, dan beberapa komunitas, sangat dipengaruhi oleh biaya gangguan manusia —baik dari teknologi, perdagangan, maupun kombinasi keduanya," ujar Lagarde.

Menurutnya kondisi itu yang menjadi alasan mengapa IMF memerlukan kebijakan domestik yang lebih efektif, termasuk peningkatan investasi dalam pelatihan dan jaring pengaman sosial sehingga pekerja dapat meningkatkan keterampilan mereka, transisi ke pekerjaan berkualitas lebih tinggi, dan memperoleh lebih banyak.

Lagarde menambahkan semua pihak dapat berbuat lebih banyak tetapi tidak dapat melakukannya sendiri. Dalam hal ini, IMF mendukung anggotanya melalui analisis dan saran kebijakan. Ini termasuk prospek ekonomi dunia terbaru dan studi baru tentang perdagangan yang diproduksi bersama oleh IMF, WTO, dan Bank Dunia.

"Ini juga termasuk penilaian tahunan kami tentang ekonomi individu di mana kami sering memberikan saran tentang aspek-aspek khusus negara dari rezim perdagangan. Dan tentu saja, kami selalu menyediakan platform untuk berbagi praktik terbaik dan ide-ide segar," pungkasnya.

 


(ABD)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

5 hours Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA