AS-Meksiko-Kanada Teken NAFTA Baru, Trump Klaim Menang

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 01 Dec 2018 17:02 WIB
ekonomi amerikameksikopolitik kanadanaftaPerang dagang
AS-Meksiko-Kanada Teken NAFTA Baru, Trump Klaim Menang
Suasana penandatanganan perjanjian perdagangan NAFTA baru oleh Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto (kiri), Presiden AS Donald Trump (tengah), dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau (kanan) (AFP/Martin BERNETTI)

Buenos Aires: Para pemimpin dari Amerika Serikat (AS), Meksiko, dan Kanada menandatangani kesepakatan perdagangan regional besar untuk menggantikan NAFTA lama, yang dikecam oleh Presiden AS Donald Trump sebagai pembunuh lapangan pekerjaan di AS. NAFTA baru ini dapat tercapai melalui serangkaian pembicaraan yang panjang.

"Ini adalah perjanjian yang mengubah lanskap perdagangan selamanya," kata Trump, pada upacara penandatanganan di Buenos Aires, Argentina, di sela-sela pertemuan puncak para pemimpin G20, seperti dikutip dari AFP, Sabtu, 1 Desember 2018.

Trump mengatakan negosiasi kesepakatan yang dikenal di Washington sebagai Perjanjian AS-Meksiko-Kanada, atau USMCA, telah membuat para pemimpin mengambil banyak tekanan dan sedikit pelecehan. Namun dia bersikeras tonggak luar biasa ini akan membantu para pekerja AS, terutama di industri otomotif.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menilai perjanjian USMCA kurang efektif tetapi mengaku perjanjian USMCA akan menyelesaikan ancaman ketidakpastian ekonomi yang serius dan0 bisa lebih merusak di masa mendatang. Hal ini sejalan dengan tekanan yang terus diberikan AS kepada Kanada.

Meski demikian, ia memberikan pujian dari kesepakatan itu di mana ia mengatakan kepada Trump bahwa kemajuan itu memberi semua pihak alasan mengapa harus tetap bekerja untuk menghapus tarif yang tinggi pada baja dan aluminium antara negara-negara yang sepakat dengan USMCA.

Presiden Meksiko Pena Nieto, pada hari terakhirnya di kantor, menyebut versi NAFTA yang diubah penting dalam menopang pandangan Amerika Utara yang terintegrasi dengan keyakinan kuat bahwa perlu ada upaya bersama-sama agar lebih kuat dan lebih kompetitif.

Untuk Trump -yang diplomasi G20-nya dibayangi oleh masalah hukum di negara asal dan pembatalan mendadaknya pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin- penandatanganan itu diklaim adalah kemenangan. Dia mengaku tidak meramalkan masalah dalam mendapatkan persetujuan kongres.

"Telah ditinjau dengan sangat baik, saya tidak berharap memiliki banyak masalah," pungkas Trump.


(ABD)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

16 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA