Dolar AS Unjuk Gigi

Angga Bratadharma    •    Jumat, 25 Jan 2019 09:47 WIB
dolar as
Dolar AS Unjuk Gigi
Ilustrasi (AFP PHOTO/YASIN AKGUL)

New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) naik pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB) seiring banyaknya data ekonomi yang menopang pergeraka mata uang. Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik sebanyak 0,51 persen menjadi di posisi 96,6067 pada akhir perdagangan.

Mengutip Xinhua, Jumat, 25 Januari 2019, pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1299 dari USD1,1382 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3051 dari USD1,3063 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7086 dari USD0,7141.

Dolar AS membeli 109,68 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 109,57 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9967 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9947 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3352 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3343 dolar Kanada.

Dalam pekan yang berakhir 19 Januari, Departemen Tenaga Kerja melaporkan, klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, terdaftar 199.000, penurunan 13.000 dari tingkat revisi minggu sebelumnya. Angka itu adalah level terendah untuk klaim awal sejak 15 November 1969 di mana ketika itu adalah 197.000.

Euro mundur setelah laporan terbaru menunjukkan ekonomi kawasan euro sedikit lebih dekat dengan stagnasi pada awal 2019, dengan bisnis yang memesan kenaikan terlemah dalam produksi selama lima setengah tahun dan penurunan pertama dalam permintaan selama lebih dari empat tahun.

Indeks Manajer Pembelian Komposit (PMI) IHS Markit Eurozone turun menjadi 50,7 pada Januari dari 51,1 pada Desember, terendah sejak Juli 2013, penyedia informasi global melaporkan.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 21,21 poin atau 0,09 persen menjadi 24.554,41. Sedangkan S&P 500 naik 3,66 poin atau 0,14 persen menjadi 2.642,36. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 47,69 poin atau 0,68 persen menjadi 7.073,46.

Amerika Serikat telah menerima musim laporan pendapatan perusahaan yang kuat pada Januari. Maskapai penerbangan terkemuka AS memperpanjang kenaikan solid dalam harga saham, setelah mereka melaporkan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan.


(ABD)