USD Melemah terhadap Mata Uang Utama Lainnya

   •    Rabu, 11 Oct 2017 06:31 WIB
dolar as
USD Melemah terhadap Mata Uang Utama Lainnya
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) berakhir melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), di tengah komentar-komentar para pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) dan spekulasi bahwa rencana perombakan pajak yang diajukan Trump akan macet.

Mengutip Antara, Rabu 11 Oktober 2017, euro naik ke tertinggi sesi perdagangan terhadap dolar AS, karena Sabine Lautenschlaeger, wakil ketua dewan pengawas ECB, meminta bank sentral mengembalikan pembelian aset pada 2018.

Sementara itu, telah ada spekulasi bahwa rencana perombakan pajak yang diajukan Trump akan macet, sehingga membebani greenback. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,45 persen menjadi 93,253 pada akhir perdagangan.

Trump dan Partai Republik di Kongres berharap memberlakukan paket pemotongan pajak untuk perusahaan, usaha kecil, dan individu sebelum Januari. Dia mengatakan bahwa pajak yang lebih rendah akan mendorong pertumbuhan ekonomi, lapangan pekerjaan dan upah.

Namun, media melaporkan sebuah pertengkaran antara Trump dan seorang senator Republikan yang berpengaruh telah menimbulkan kekhawatiran.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,1807 dari USD1,1749 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi USD1,3204 dari USD1,3153 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia meningkat menjadi USD0,7783 dari USD0,7760.

USD dibeli 112,31 yen Jepang, lebih rendah dari 112,66 yen pada sesi sebelumnya. USD turun menjadi 0,9751 franc Swiss dari 0,9799 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2510 dolar Kanada dari 1.2539 dolar Kanada.


(ABD)