USD Menghijau di Tengah Meningkatnya Imbal Hasil Obligasi

   •    Kamis, 17 May 2018 08:16 WIB
dolar as
USD Menghijau di Tengah Meningkatnya Imbal Hasil Obligasi
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi tersebut terjadi karena imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) mencapai tertinggi baru.

Mengutip Antara, Kamis, 17 Mei 2018, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, meningkat 0,2 persen menjadi 93,407 di akhir perdagangan. Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10 tahun mencapai rekor tertinggi baru di 3,1 persen dan mendukung selera terhadap mata uang.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi sebesar USD1,1802 dari USD1,1850 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi sebesar USD1,3482 dari USD1,3510 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7515 dari USD0,7473.

Sedangkan USD dibeli 110,26 yen Jepang, lebih rendah dari 110,33 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD turun menjadi 1,0013 franc Swiss dari 1,0019 franc Swiss, dan jatuh ke 1,2791 dolar Kanada dari 1,2863 dolar Kanada.

Imbal hasil, sebuah barometer untuk suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan instrumen keuangan lainnya, baru-baru ini melonjak didorong tanda-tanda meningkatnya inflasi yang memicu spekulasi pasar untuk kenaikan suku bunga yang lebih banyak tahun ini.

Probabilitas bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga acuannya untuk keempat kalinya tahun ini meningkat di atas 50 persen untuk pertama kalinya, menurut alat pelacakan FedWatch CME untuk fed fund berjangka.

Para analis mencatat bahwa meningkatnya kekhawatiran geopolitik ditambah jatuhnya pasar saham, juga membuat latar belakang yang baik untuk mata uang safe haven. Di sisi ekonomi, produksi industri AS naik 0,7 persen pada April, mengalahkan ekspektasi sebesar 0,6 persen, menurut statistik yang dirilis oleh Federal Reserve.

Sementara itu, housing starts atau rumah yang baru dibangun, yang dimiliki secara pribadi pada April berada di tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 1,287 juta unit, lebih rendah dari ekspektasi pasar, lapor Departemen Perdagangan AS.

 


(ABD)


Pelopor Teh Celup itu Harus Tumbang

Pelopor Teh Celup itu Harus Tumbang

14 hours Ago

Pailitnya Sariwangi menjadi salah satu berita yang cukup mengejutkan. Padahal, Sariwangi telah …

BERITA LAINNYA