AS Alami Kenaikan Defisit untuk Pertama Kalinya

Arif Wicaksono    •    Minggu, 16 Oct 2016 17:07 WIB
amerika serikat
AS Alami Kenaikan Defisit untuk Pertama Kalinya
Ilustrasi. (Foto Reuters Andrew Cullen).

Metrotvnews.com, Washington: Defisit anggaran Amerika Serikat (AS) melebar untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun. Hal ini sekaligus menandai titik balik dalam outlook fiskal bangsa terhadap populasi usia tua untuk meningkatkan pengeluaran pemerintah dan utang.

Departemen Keuangan AS merilis bahwa pengeluaran melebihi pendapatan mencapai USD587,4 miliar pada 30 September 2016 jika dihitung selama setahun. Angka ini diatas defisit USD439,1 miliar pada tahun fiskal 2015. 

Itu sejalan dengan Kantor Anggaran Kongres yang memperkirakan mengalami kehilangan pendapatan USD588 miliar. Defisit terhadap produk domestik bruto, naik menjadi 3,2 persen dari 2,5 persen dalam setahun atau menjadi kenaikan yang pertama sejak 2009. 

"Perlambatan dalam pemungutan pajak memerlukan beberapa penyesuaian dalam kegiatan pasar tenaga kerja," kata Ahli strategi di TD Securities LLC Gennadiy Goldberg di New York dikutip dari Bloomberg, Minggu (16/10/2016). 

Dia melihat defisit anggaran yang lebih tinggi menyiratkan lebih banyak pinjaman sesuai dengan kebutuhan treasury. Kenaikan defisit terjadi ditengah adanya peringatan dari Dana Moneter Internasional pada minggu lalu mengenai risiko utang beban yang meningkat. Hal itu akan mempersulit tugas bagi para pembuat kebijakan yang telah berjanji untuk menggunakan kebijakan fiskal untuk memberikan rangsangan bagi perekonomian global.

Tingkat utang yang terlihat meningkat sudah dilihat kedua kandidat pemilu AS. Calon Presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton sudah mengeluarkan proposal sebanyak USD275 milar untuk infrastruktur dan USD350 miliar untuk membuat perguruan tinggi lebih terjangkau. Proposalnya akan menambah defisit dari USD200 miliar sampai dengan USD1,8 triliun menurut proyeksi ekonom independen baru-baru ini. Hillary juga mendorong kenaikan pajak bagi orang kaya untuk mengisi kesenjangan sosial. 

Kandidat Partai Republik Donald Trump telah berjanji untuk memotong pajak dan menghabiskan sebanyak USD500 miliar untuk program infrastruktur. Proyeksi dampak usulannya mengatakan bahwa dia akan meningkatkan utang nasional oleh sekitar USD5 triliun selama lebih dari 10 tahun. Trump mengatakan usulannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang pada gilirannya akan membantu mengurangi utang federal.

Departemen Keuangan AS mengatakan penerimaan pada tahun fiskal 2016 mencapai USD3,27 triliun, atau 17,8 persen dari PDB, sementara belanja mencapai USD3,85 triliun, atau 20,9 persen dari PDB. Penerimaan naik USD18 miliar pada fiskal 2015, sedangkan pengeluaran melonjak USD166 miliar. Departemen menekankan pengeluaran lebih tinggi pada Jaminan Sosial, Medicare, Medicaid dan pembayaran bunga terhadap surat utang pemerintah.

Pada September, yang merupakan bulan terakhir dalam kalender fiskal, pemerintah melaporkan surplus USD33,4 miliar. Itu lebih rendah dari surplus setahun lalu yang mencapai USD90,9 miliar. Penurunan surplus juga diduga sebagian karena penyesuaian kalender. 



(SAW)