Data Inflasi AS Tekan Penguatan Dolar AS

Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 12 Aug 2017 11:20 WIB
dolar as
Data Inflasi AS Tekan Penguatan Dolar AS
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, New York: Kurs Dolar Amerika Serikat (AS) diperdagangkan melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Jumat (Sabtu pagi WIB). Tepatnya setelah data menunjukkan harga konsumen AS lebih rendah dari yang diperkirakan pada Juli.

Mengutip Antara, Sabtu 12 Agustus 2017, Indeks Harga Konsumen (inflasi) untuk semua konsumen perkotaan naik 0,1 persen pada Juli pada basis disesuaikan secara musiman, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat 11 Agustus, lebih rendah daripada konsensus pasar untuk kenaikan 0,2 persen. Selama 12 bulan terakhir, semua item indeks naik 1,7 persen.

Data inflasi yang lemah menaikkan ekspektasi pasar untuk bank sentral AS (The Fed) mempertahankan suku bunganya lebih rendah untuk jangka waktu lebih lama. Hanya 38 persen investor yang memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga lagi tahun ini, turun dari sekitar 45 persen, menurut alat  FedWatch CME Group.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,40 persen menjadi 93,031 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1828 dolar AS dari 1,1756 dolar AS, dan poundsterling Inggris naik menjadi 1,3022 dolar AS dari 1,2975 dolar AS. Dolar Australia meningkat menjadi 0,7902 dolar AS
dari 0,7888 dolar AS.

Sedangkan dolar AS dibeli 108,97 yen Jepang, lebih rendah dari 109,32 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9612 franc Swiss dari 0,9637 franc Swiss, dan turun tipis menjadi 1,2679 dolar Kanada dari 1.2719 dolar Kanada.


(AHL)