Ekonomi Tiongkok Diklaim Punya Ketahanan yang Kuat

   •    Sabtu, 02 Feb 2019 13:01 WIB
ekonomi chinationgkok
Ekonomi Tiongkok Diklaim Punya Ketahanan yang Kuat
Ilustrasi (AFP PHOTO/GREG BAKER)

Beijing: Ekonomi Tiongkok menunjukkan ketahanan yang kuat dan berpotensi tumbuh besar ketika bertransisi dari pertumbuhan cepat ke pembangunan berkualitas tinggi, meskipun tekanan ekonomi mulai menurun. Sejauh ini, Pemerintah Tiongkok terus berupaya memperbaiki struktur perekonomian guna menekan risiko yang bisa merusak.

"Meskipun tumbuh pada kecepatan yang relatif lebih lambat, ekonomi Tiongkok melihat transisi yang menonjol dalam momentum pertumbuhan, struktur ekonomi, dan mode pembangunan," kata Kepala Peneliti Pusat Tiongkok untuk Pertukaran Ekonomi Internasional Zhang Yansheng, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 2 Februari 2019.

Ekonomi terbesar kedua di dunia itu tercatat tumbuh 6,6 persen secara tahun ke tahun di 2018, di atas target resmi sekitar 6,5 persen. Tetapi lebih rendah dari pertumbuhan 6,8 persen yang tercatat di 2017. Pertumbuhan pada kuartal keempat di 2018 mencapai level 6,4 persen atau turun dibandingkan dengan kuartal III-2018 yang mencapai 6,5 persen.

Zhang meminta perhatian lebih besar pada gambaran yang lebih luas di balik pelonggaran pertumbuhan ekonomi seperti struktur ekonomi yang dinamis, keuntungan dari rantai industri yang lengkap, dan kelonggaran permintaan domestik yang cukup berkat reformasi.

Pengeluaran Tiongkok untuk penelitian dan pengembangan menyumbang 2,15 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2018, di mana Tiongkok melihat jumlah aplikasi dan penerbitan hak paten terbesar di dunia tahun lalu, demikian data dari Kementerian Sains dan Teknologi Tiongkok.

"Keuntungan dari indikator inovasi akan berubah dari volume menjadi kualitas setelah bertahun-tahun pengembangan," kata Zhang.

Tiongkok juga akan menyediakan lingkungan pasar yang lebih baik bagi investor global pada 2019. Zhang mengungkapkannya saat konferensi ekonomi pengaturan negara pada bulan lalu, yang mendesak transformasi dalam membuka pasar dari barang dan elemen mengalir ke perubahan kelembagaan yang lebih banyak.

"Tiongkok akan mengeksplorasi pasar baru dengan investor global dan membangun kerja sama secara keseluruhan," pungkas Zhang.


(ABD)