OPEC Diharapkan Perpanjang Pangkas Pasokan untuk Seimbangkan Pasar

Angga Bratadharma    •    Selasa, 14 Nov 2017 11:02 WIB
minyak mentahopec
OPEC Diharapkan Perpanjang Pangkas Pasokan untuk Seimbangkan Pasar
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Abu Dhabi: Menteri Energi Azerbaijan Suhail al-Mazroui mengungkapkan bahwa dia mengharapkan negara-negara anggota OPEC dan non-OPEC untuk memperpanjang pemotongan pasokan minyak global pada sebuah pertemuan yang diawasi ketat pada akhir bulan ini. Hal itu guna menyeimbangkan pasar minyak.

"Prediksi saya adalah OPEC akan terus melakukan apa yang diperlukan untuk menyeimbangkan pasar," kata al-Mazroui, ketika berbicara di Konferensi Pameran Petroleum Internasional Abu Dhabi (ADIPEC), seperti dilansir dari CNBC, Selasa 14 November 2017.

Ia memperkirakan hal tersebut meski dia belum pernah mendengar anggota OPEC mendiskusikan kemungkinan untuk tidak memperpanjang kesepakatan, waktu dan durasi perpanjangan masih harus diputuskan. Tidak ditampik, sejumlah pihak terus berupaya agar harga minyak dunia bisa kembali menguat.



Anggota OPEC dilaporkan membentuk konsensus seputar perpanjangan sembilan bulan kesepakatan pemotongan produksi mereka dengan eksportir minyak mentah lainnya. Itu akan memperpanjang kesepakatan antara OPEC, Rusia dan negara-negara penghasil minyak lainnya untuk menjaga 1,8 juta barel per hari di pasar sepanjang tahun depan.

Eksportir mencapai kesepakatan Desember lalu dan telah memperpanjang kesepakatannya sampai Maret 2018. Harga minyak turun dari mendekati USD120 per barel pada Juni 2014 karena melemahnya permintaan, dolar yang kuat dan produksi serpih AS yang melonjak.

Keengganan OPEC untuk memotong hasil produksi minyak juga dipandang sebagai alasan utama di balik jatuhnya. Tapi, kartel minyak segera bergerak untuk mengekang produksi dan bersama dengan negara penghasil minyak lainnya pada akhir 2016.

 


(ABD)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

4 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA