Rusia dan Arab Saudi Kembali Inginkan Pengurangan Produksi Minyak

Angga Bratadharma    •    Senin, 09 Oct 2017 07:02 WIB
minyak mentahopec
Rusia dan Arab Saudi Kembali Inginkan Pengurangan Produksi Minyak
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Moskow: Menteri Energi Rusia Alexander Novak menyebut Rusia dan Arab Saudi mendukung kesepakatan pengurangan produksi minyak kembali dan masa depan kesepakatan harus didiskusikan lebih dekat pada tanggal kadaluarsa. Langkah itu dilakukan dengan harapan harga minyak dunia bisa kembali menguat.

Baca: Uni Emirat Arab Pangkas Produksi Minyak 139 Ribu Barel

"Kami sepakat bahwa pada prinsipnya kami memiliki pilihan seperti itu, dan ada peluang untuk perluasan," kata Novak, kepada stasiun televisi Rossiya 24, seperti dilansir Xinhua, Senin 9 Oktober 2017, seraya menambahkan bahwa kesepakatan akan diperpanjang kecuali pasar menjadi seimbang.

Pada November 2016, sebanyak 14 negara anggota Organisasi Pengekspor Minyak (OPEC) sepakat untuk mengurangi produksi minyak secara kolektif sebesar 1,2 juta barel per hari. Sebulan kemudian, 11 negara non-OPEC, termasuk Rusia, juga sepakat untuk memotong produksi mereka sebanyak 558.000 barel per hari.



Awalnya, kesepakatan tersebut untuk paruh pertama 2017. Namun pada Mei, diperpanjang sembilan bulan lagi dan sekarang akan berakhir pada Maret 2018. Keputusan ini dengan harapan harga minyak dunia bisa kembali di posisi yang tinggi seperti dulu.

Sebelumnya, Organization of Petroleum Exporting Countries menyebut kerja sama yang terjadi di antara negara produsen minyak sedang berjalan sekarang ini dan penutupan pasokan baru harus disetujui di November. Bahkan, OPEC mengklaim ada semangat baru dari kerja sama antara prodsen minyak.

Baca: Kerja Sama di Negara Produsen Minyak Terus Berjalan

"Bersama dengan Federasi Rusia dan negara-negara lain maka saya dapat meyakinkan Anda bahwa kita sedang dalam proses menulis bab yang sama sekali baru dalam sejarah minyak," kata Sekretaris Jenderal OPEC Barkindo.

Baca: Jika Aktif Kembali di OPEC, Indonesia Minta Pengecualian

Dia berharap dapat melihat sebuah konsensus yang luas sebelum perwakilan negara-negara minyak bertemu di Wina pada bulan depan. "Kami ingin membawa semua orang ke dalam perjalanan menuju Wina pada 30 November di mana kami akan mengambil keputusan bersama. Ini akan menjadi keputusan bersejarah," tuturnya.

 


(ABD)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA