Komentar Janet Yellen Buat Saham Asia Melemah

Angga Bratadharma    •    Senin, 17 Oct 2016 11:14 WIB
pasar saham
Komentar Janet Yellen Buat Saham Asia Melemah
Ilustrasi (REUTERS/Issei Kato)

Metrotvnews.com, New York: Saham Asia bergerak melemah sementara dolar Amerika Serikat (USD) masih bergerak stabil setelah komentar yang datang dari Ketua Federal Reserve atau the Fed Janet Yellen yang juga mendorong pergerakan imbal hasil jangka panjang obligasi Amerika Serikat.

"Pernyataan Yellen ini cenderung untuk mengangkat imbal hasil obligasi Jepang juga, di mana hal itu harus mendukung gerak saham keuangan. Nikkei kemungkinan akan didukung oleh yen yang lemah secara keseluruhan," kata Senior Strategist Sumitomo Mitsui Asset Management Masahiro Ichikawa, seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/10/2016).

Sebelumnya Yellen mengatakan bahwa the Fed perlu menjalankan 'ekonomi bertekanan tinggi' untuk membalikkan kerusakan dari krisis keuangan. Adapun kondisi itu dinilai perlu agar perekonomian AS bisa kembali tumbuh dengan baik dan sesuai harapan banyak pihak.

Baca: Wall Street Terangkat Komentar Janet Yellen

Namun, kondisi itu memunculkan spekulasi apabila dirinya memilih untuk menjaga kebijakan moneter yang lebih longgar untuk waktu yang lama, termasuk jika inflasi melebihi target sebesar dua persen dan mendorong imbal hasil obligasi jangka panjang dengan pukulan imbal hasil bertenor 30 tahun ke 2,565 persen US30YT = RR.


Ketua The Fed Janet Yellen di Boston (REUTERS/Mary Schwalm)

Ikatan yang lebih tinggi membuat AS bisa menarik lebih banyak investor asing dan nantinya membantu USD mengalami kenaikan pada kondisi terbesar dalam sekeranjang enam mata uang utama di lebih dari tujuh bulan pada pekan lalu.

Indeks USD mengalami kenaikan sebanyak 1,4 persen pada minggu lalu, memukul level tertinggi sejak tujuh bulan di 98.158 di Senin pagi dan terakhir berdiri di 98.115 DXY. Sedangkan euro atau EUR harus tergelincir ke USD1,0967 pada Senin pagi sementara yen diperdagangkan pada USD104,25 per dolar.

Baca: Emas Dunia Turun Jelang Pernyataan Resmi Janet Yellen

Ada alasan bagi investor untuk khawatir tentang inflasi AS. Ekspektasi inflasi di AS telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir sebagian karena kenaikan harga minyak. Adapun pergerakan inflasi akan memberikan pergerakan terhadap perekonomian termasuk bagaimana sikap para investor.

 


(ABD)