Kepastian Langkah Proteksionisme Global di Pertemuan Final G20

Arif Wicaksono    •    Senin, 20 Mar 2017 18:33 WIB
ktt g20
Kepastian Langkah Proteksionisme Global di Pertemuan Final G20
G20. Dok: Reuters.

Metrotvnews.com, Berlin: Pejabat G20 memilih untuk memberikan beberapa ruang untuk Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin  dan pemerintahan baru AS yang dipimpin Donald Trump untuk memperbaiki pandangan proteksionisme yang diharapkan melunak pada saat Jerman menjadi tuan rumah pada pertemuan puncak pemimpin G20 pada Juli 2017. 

Hal ini menandakan bahwa pertemuan anggota G20 pada beberapa pekan lalu belum menemui kata sepakat mengenai perdagangan bebas. Komisi Eropa untuk Kerjasama Ekonomi dan Keuangan Pierre Moscovici mengatakan, bahwa dia menghargai sikap AS yang masih belum mengutarakan kebijakan untuk janji kampanye Trump.  

"Pemerintahan baru di Washington masih harus mendefinisikan dengan tepat narasi, terutama dalam konteks apa yang dikatakan dalam kampanye (trump)," kata Pierre Moscovici dikutip dari Reuters, Senin 20 Maret 2017. 

Namun, dia menyambut baik sikap Menteri Keuangan AS yang membuka peluang atas kemungkinan logis dari diplomasi perdagangan bebas. 

"Saya pikir Mnuchin adalah pria yang konstruktif dan pragmatis," kata Moscovici.

Sementara Menteri Keuangan Jepang Taro Aso, mengaku terkesan dengan pemahaman Mnuchin tentang kondisi ekonomi dan pasar keuangan global. 

"Itu sebabnya saya pikir kita bisa melakukan bisnis yang baik bersama-sama,"kata Aso.

Sementara Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble, yang bertemu dengan Mnuchin di Berlin sebelum pertemuan Baden Baden, mengatakan, konsensus ini masih jauh dari kata proteksionisme. Dia menduga Mnuchin mungkin tidak memiliki mandat untuk bernegosiasi pada masalah perdagangan. 

Mantan pejabat dan perdagangan profesor kebijakan Dana Moneter Internasional di Cornell University Eswar Prasad mengatakan, bahwa kemunduran kepastian perdagangan bebas dalam G20 semakin mengambarkan langkah mundur sikap AS dalam perekonomian global.  

"AS mungkin telah memenangkan pertempuran ini dengan memaksakan kehendaknya pada sisa G20, tapi hasilnya merupakan langkah mundur dalam kepemimpinan global AS pada isu-isu seperti promosi perdagangan bebas dan mengatasi perubahan iklim," kata Prasad.

Sampai saat kemarin pemerintahan Donald Trump belum memutuskan kebijakan khusus untuk mengecilkan defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) serta untuk  menambah lapangan pekerjaan manufaktur AS. Hal ini ada dalam janji  kampanye Trump yang mengancam tarif sepihak atas barang-barang Meksiko dan Tiongkok. Trump juga mengatakan akan mundur dari perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara. 


(SAW)