Kenaikan FFR Bisa Akhiri Stimulus Moneter di Asia

Angga Bratadharma    •    Jumat, 17 Mar 2017 14:15 WIB
the fed
Kenaikan FFR Bisa Akhiri Stimulus Moneter di Asia
Gedung The Fed (FOTO: Reuters)

Metrotvnews.com, Washington: Federal Reserve atau the Fed kembali menaikkan tingkat suku bunga acuan dan bisa memberikan uluran tangan kepada rekan-rekan di Jepang dan Eropa atas sinyal akhir dari siklus panjang stimulus moneter di Asia. Hal itu lantaran bank sentral dari Tingkok ke Ankara dan ke London bereaksi terhadap perubahan kebijakan dari the Fed.

The Fed sudah melakukan sejumlah antisipasi terhadap efek kenaikan suku bunga AS, yang merupakan ketiga kalinya sejak krisis keuangan global di 2008. Akan tetapi, kondisi itu datang lebih awal dari yang diharapkan investor pada beberapa minggu lalu dan menetapkan sebuah panggung untuk adanya kenaikan suku bunga lagi sejalan dengan menguatnya ekonomi AS.

"Paling tidak, keinginan the Fed untuk meningkatkan laju normalisasi kebijakan telah mengubah percakapan di banyak bank sentral global. Sekarang, tinggal menunggu pelonggaran moneter lebih lanjut di antara negara berkembang di Asia" kata Ekonom Westpac Sean Callow, seperti dikutip dari Reuters, Jumat 17 Maret 2017.

Tiongkok, ekonomi terbesar kedua di dunia, merespons dengan kebijakan menaikkan tingkat suku utama guna mencegah melemahnya mata uang. Kondisi itu menjadi alasan yang sama untuk mendorong bank sentral di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Bahrain untuk memperketat kebijakan dalam waktu 90 menit dari pengumuman the Fed.

Di antara negara ekonomi utama, Bank of Japan (BoJ) dan European Central Bank (ECB) tetap terkunci dalam pertempuran agresif terhadap tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang rendah. Namun, keduanya berada di tempat yang dekat untuk menaikkan tingkat suku bunga atau mempertajam stimulus pembelian obligasi.

Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda semakin jelas melihat prospek perekonomian ketika BoJ menetapkan kebijakan moneter yang stabil pada suatu pertemuan. Adapun ada rasa optimistis mengenai waktu mereka akan segera datang untuk mempercepat laju perekonomian dari segi kebijakan moneter.

Sebelumnya, Haruhiko Kuroda mengungkapkan kesempatan bank sentral yang akan memperdalam suku bunga negatif lebih rendah dari sekarang ini mendapat dukungan dari ekspektasi pasar bahwa tidak ada pelonggaran moneter tambahan akan datang dalam waktu dekat.

Kuroda mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jepang telah berada di laju mempercepat dan menjaga inflasi di jalur untuk mencapai target dua persen BoJ selama akhir tahun fiskal Maret 2019, sejalan dengan perkiraan kuartalan terbaru yang dibuat pada November.


(ABD)