Akhiri Minggu 'Liar', Dow Jones Anjlok 558 Poin

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 08 Dec 2018 07:01 WIB
wall street
Akhiri Minggu 'Liar', Dow Jones Anjlok 558 Poin
Ilustrasi (Xinhua/Wang Lei)

New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) turun tajam pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), menjadi minggu yang liar bagi Wall Street. Laporan pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan dan ketegangan perdagangan mengirim Dow Jones Industrial Average anjlok 558,72 poin menjadi 24.388,95.

Mengutip CNBC, Sabtu, 8 Desember 2018, indeks S&P 500 mundur 2,3 persen menjadi 2.633,08. Sedangkan Nasdaq Composite turun 3,05 persen menjadi ditutup pada 6.969,25. Saham perusahaan teknologi besar seperti Facebook, Amazon, Netflix, dan Google semuanya diperdagangkan lebih rendah.

Sedangkan saham Apple turun sebanyak 3,6 persen -menghapus kenaikannya untuk tahun ini- setelah Morgan Stanley memangkas target harga pada saham raksasa teknologi, mengutip melemahnya penjualan iPhone. Kinerja iPhone yang tidak maksimal memicu pergerakan saham yang terus turun.

Indeks saham AS jatuh ke posisi terendah mereka sehari setelah Wall Street Journal melaporkan jaksa federal diperkirakan mengajukan tuntutan terhadap peretas Tiongkok yang diduga mencoba masuk ke penyedia layanan teknologi di AS, satu lagi headline negatif di surat kabar di tengah pembicaraan perdagangan yang tegang antara AS dan Tiongkok.

Perekonomian AS menambahkan 155 ribu pekerjaan pada bulan lalu. Sementara ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan adanya kenaikan 198 ribu pekerjaan. Pertumbuhan upah meleset dari perkiraan. Sedangkan investor terpecah tentang data karena bisa menandakan kenaikan suku bunga lebih sedikit dari Federal Reserve.

"Laporan itu solid, tidak besar, tetapi itu masih cukup untuk menjaga kecepatan di jalur," kata Ahli Strategi Investasi Edward Jones Kate Warne, seraya menambahkan bahwa volatilitas akan bertahan karena investor tidak yakin tentang seberapa banyak pertumbuhan ekonomi bisa terjadi dan masih adanya kekhawatiran tentang hubungan perdagangan AS-Tiongkok.

Adapun investor khawatir AS dan Tiongkok akan menodai kesepakatan permanen pada kesepakatan perdagangan setelah berita penangkapan CFO Huawei. Berita penangkapan itu awalnya mengirim saham turun tajam, tetapi ekuitas berhasil memulihkan sebagian besar kerugian mereka.

 


(ABD)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

16 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA