Investasi Singapura ke RI Ditarget USD10 Miliar

Husen Miftahudin    •    Rabu, 19 Dec 2018 22:37 WIB
indonesia-singapurainvestasi asing
Investasi Singapura ke RI Ditarget USD10 Miliar
Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Singapura, Ngurah Swajaya dalam RI SING Appreciation Gala Dinner di Hotel Pan Pacific Singapura. Foto dokumen istimewa.

Singapura: Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Singapura, Ngurah Swajaya meyakini Singapura masih menjadi salah satu penyumbang investasi dan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) terbesar bagi RI. Bahkan Ngurah menargetkan investasi dari Negeri Singa itu sebanyak USD10 miliar, sementara kunjungan wisman Singapura ke RI ditargetkan 2 juta orang.

Untuk merealisasikan target tersebut, jelas Ngurah, pemerintah berkomitmen meningkatkan ease of doing business untuk investasi dari Singapura. Selain itu, pengembangan destinasi wisata dan menawarkan berbagai produk ekspor potensial untuk pasar Singapura.

"Meskipun Indonesia memasuki tahun politik menuju pemilu bulan April 2019, data statistik menunjukkan bahwa investor tidak bersikap wait and see, melainkan terus merencanakan dan merealisasikan investasinya ke Indonesia. Hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap stabilitas politik dan demokrasi di Indonesia," ujar Ngurah saat memberi sambutan dalam RI SING Appreciation Gala Dinner di Hotel Pan Pacific Singapura yang dikutip dari siaran tertulis KBRI Singapura, Rabu, 19 Desember 2018.

Ngurah memanfaatkan malam apresiasi ini untuk terus menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara terbuka dan potensial dalam berbisnis. Di tengah retorika perang dagang, sebut dia, terbuka peluang dan strategi untuk memanfaatkan Batam, Bintan, dan Karimun sebagai lokasi ideal untuk relokasi industri, pemanfaatan Masyarakat Ekonomi ASEAN, serta perjanjian ekonomi komprehensif regional alias Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Menurutnya, tren relokasi industri mulai dirasakan ketika beberapa negara di Asia Timur tidak lagi dianggap kompetitif sebagai basis produksi. Negara-negara tersebut terkena dampak geopolitik kawasan dan gencar mencari pasar yang lebih potensial. 

Kondisi itu membuat Singapura menjadi hub transit ke pasar internasional. Melihat peluang terbuka lebar, Garuda Indonesia mulai menggarap potensi bisnis dengan membuka penerbangan langsung dari Singapura ke beberapa destinasi baru seperti Toba, Belitung, dan Bandung. Upaya tersebut sejalan dengan misi pemerintah dalam membuka konektivitas dengan Singapura guna mendorong pariwisata, investasi, dan perdagangan.

"Kita sekarang terus menawarkan paket investasi konkret yang siap serta menawarkan 10 'Bali Baru' sebagai destinasi pariwisata maupun investasi infrastruktur penunjang pariwisata. Kegiatan yang selama ini dilakukan KBRI Singapura tidak hanya sebatas membangun kontak (networking), namun juga mengarahkan kontak menjadi kontrak," tegas Ngurah.

Sementara itu, Ketua Singapore Business Federation (SBF) Teo Siong Seng menyampaikan pihaknya bersama KBRI Singapura telah melakukan misi bisnis ke lima kota dan provinsi di Indonesia. Misi bisnis dilakukan untuk mendorong pengusaha Singapura melakukan ekspansi bisnis di Indonesia.

"Selama tahun 2018, anggota SBF bekerja sama dengan KBRI Singapura telah melakukan misi bisnis ke Jakarta, Bali, Yogyakarta, Bandung, dan Batam. Dari 10 negara anggota ASEAN, anggota SBF menilai bahwa Indonesia masih paling atraktif untuk investasi," tuturnya.

Perwakilan dari Enterprise Singapore (ESG), Direktur Kerjasama Asia Tenggara, Chew Hwee Yong menyampaikan pengembangan kerja sama industri 4.0 merupakan prioritas kedua belah pihak. "Pengembangan usaha rintisan (startup) dan industri digital seperti di Nongsa juga menjadi prioritas bersama," ungkap Chew.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi dari Singapura periode Januari-September 2018 tercatat USD6,7 miliar atau naik 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, kunjungan wisman dari Singapura ke Indonesia juga meningkat 9,8 persen menjadi 1,78 juta orang untuk periode yang sama.

Pun pada total perdagangan Indonesia dengan Singapura. Pada periode Januari-September 2018, total perdagangan kedua negara sebesar USD25,4 miliar atau melonjak 18,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar USD21,5 miliar.

Malam Apresiasi

Malam apresiasi RI SING Appreciation Gala Dinner merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pelaku usaha Singapura dan Indonesia yang sudah berkontribusi untuk melakukan investasi, impor produk Indonesia, dan aktif memasarkan potensi wisata Indonesia.

Sebanyak delapan pengusaha asal Singapura dan diaspora Indonesia diberikan penghargaan khusus oleh Ngurah Swajaya atas kinerja perusahaan masing-masing dalam peningkatan hubungan ekonomi bilateral. Penghargaan yang diberikan terbagi dalam empat kategori, yakni RI SING Trade, RI SING Tourism, RI SING Investment, dan RI SING Business Pioneer.

Berikut daftar pengusaha yang mendapatkan penghargaan beserta kategorinya:

RI SING Business Pioneer:
- Nazarisham Mohd Isa Chairman.
- Naza Holdings yang getol mempromosikan Belitung dengan berbagai potensinya, khususnya pariwisata.
- Kris Wiluan, Chairman Citramas Group Pte Ltd atas terobosannya menjadikan Nongsa Batam sebagai digital bridge Singapura ke Indonesia.

RI SING Trade:
- Fiona Chaw, CEO AIMCO Global Pte Ltd yang mendorong pemasaran produk fesyen Indonesia di Singapura.
- Francis Tan, CEO Trejoy Pte Ltd yang menembus pasar Singapura untuk produk minuman Indonesia seperti teh botol.

RI SING Tourism
- Wayan Subagia, Vice President Regional Garuda Indonesia yang mendorong penerbangan Garuda ke berbagai destinasi wisata unggulan di bawah program 10 Bali Baru.
- Phillip Gan, CEO Singatour Travel Agent yang membuat progran wisata menarik sekaligus memperkenalkan potensi wisata Indonesia.

RI SING Investment
- Dennis Wee, Wakil Sembcorp yang membangun Kawasan Industri Kendal dengan Jababeka.
- Shailendra Bhandari, CEO Ecooils Pte Ltd yang terus meningkatkan investasi dalam bidang pengolahan limbah.



(HUS)